Posts

Showing posts from 2026

When God Shapes a Leader: A Principal's First Year

It's only by His grace and by His grace alone that this first year is finished. Tahun pertama ini bukan tentang bagaimana aku menjalankan sebuah sekolah, melainkan tentang Tuhan yang membentuk seorang pemimpin. Awalnya aku bersemangat untuk membuat perubahan. Aku ingin membenahi dan membuat segala sesuatu jadi lebih benar. Namun, sepertinya agak berlebihan. Aku lupa bahwa tahun pertama harusnya lebih banyak observasi, melihat, mengenal, dan mempelajari peran dan posisi. Tahun pertama juga tahun penting untuk bangun relasi dan trust. Bukan untuk mengoreksi dan membenahi secara cepat. Langkah perubahan dan inovasi bisa menunggu. Tidak harus buru-buru dilakukan pada tahun pertama. Memimpin manusia tidak pernah mudah. Ritmenya berbeda-beda untuk setiap orang bisa bertumbuh selaras dengan visi misi sekolah. Aku belajar bahwa kepemimpinan bukan tentang mengendalikan perubahan, melainkan setia menabur dan menunggu. Pertumbuhan butuh waktu. Dari seluruh perjalanan aku sebagai pendidik, tah...

The Diary of A Chosen Principal: Yesus Menyembuhkan Novi

Bagaimana jika ternyata kisah Yesus menyembuhkan Bartimeus dalam Markus 10:46-52 adalah juga kisah Yesus menyembuhkanku? Orang Farisi datang ingin menjebak Yesus (Markus 10:2). Orang kaya ingin hidup kekal dengan harga murah (Markus 10:17) .  Yakobus dan Yohanes ingin menjadi orang top di Kerajaan Yesus (Markus 10:35-35). Bartimeus hanya ingin melihat. Karena dia buta. Namun, sesungguhnya semua orang mengalami kebutaan rohani. Spiritual blindness. Including me.  Sepertinya selama ini aku tidak sadar, kalau aku buta. Aku tidak bisa melihat bahwa Yesus lebih berharga. Kalau Yesus tidak menjadi yang paling berharga, maka segala sesuatu menjadi tidak berharga.  Aku bukan orang yang sempurna ketika dipanggil Tuhan untuk hidup bagiNya. Bukan orang paling berkompeten untuk jadi kepala sekolah. Bahkan buta, tidak mampu melihat Yesus dengan jelas di tengah-tengah gejolak kehidupan.  Markus 10:49 (TB) Lalu Yesus berhenti dan berkata: "Panggillah dia!" Mereka memanggil orang b...