Posts

Showing posts with the label Life and Death

Tetapi TUHAN Menyertai

Hidup itu seperti uap, yang sebentar ada, kemudian tiada. Tepat sekali apa yang Firman Tuhan gambarkan mengenai hidup manusia yang singkat. Beberapa minggu yang lalu, Mama mengirim BBM, mengabarkan bahwa Tante saya, kakak yang tertua dari almarhum Papa saya sudah berpulang dini hari tadi. Saya sempat menjenguknya saat liburan Natal lalu. Sekalipun duduk di kursi roda, ia cukup sehat. Tapi kini sudah tiada, menyusul kepergian adiknya, Papa saya. Rasanya baru kemarin Papa meninggalkan kami. Sekarang menyusul saudaranya. Saya menahan napas sesaat setelah membaca BBM Mama dan terpikir, "Saya harus siap mengalami kehilangan demi kehilangan."

Entering 2015: How could we live?

Image
The end of the year was so close. The new year was coming. They were going to close 2014 and open 2015 with their beloved family and friends. No one ever imagine that a supposed-to-be-fun journey would be changed to be the end of life. But Air Asia QZ8501 crashed in bad weather, causing 155 passengers and 7 crews to death. Sunday morning, December 28, 2014 suddenly turned out to be Sunday mourning. Families, relatives, and friends of the passengers and crews closed 2014 with a deep grief. They opened the new year 2015 with tears. Some of them saw their beloved ones came home as corpse. Some of them were and are still waiting for their beloved ones' bodies to be found. How could they live this year? Without their spouse, without their parents, without their siblings, without their children... How could they?

Suddenly Fatherless [Part 8]: When I could not say 'Happy Birthday, Papa'

Papa, Cece bersyukur Pa, ada 22,5 tahun bisa mengenal Papa. Lebih dari dua puluh tahun merasakan kasih seorang Papa adalah berkat dari Tuhan.  Seharusnya tadi pagi Cece telepon dan bilang, "Happy Birthday, Papa! Cece sayang Papa! Panjang umur ya. Tuhan berkati." Tapi itu tidak terjadi.  Seharusnya hari ini Papa merayakan ultah Papa yang ke-59 dengan suatu ucapan syukur, tapi itu tidak terjadi. Sekarang sudah hampir 7 bulan berlalu tanpa Papa. Hidup tidak pernah sama lagi tanpa Papa. Tahun lalu, saat Cece kangen Papa, kita bisa teleponan, ngomong-ngomong via skype..... Lalu di bulan Desember, Cece melihat Papa menjemput di bandara Juanda.... Tapi tahun ini berbeda. Suka tidak suka, hari-hari tanpa Papa menjadi bulan-bulan tanpa Papa.... Bulan-bulan tanpa Papa akan menjadi tahun-tahun tanpa Papa....

Blessed assurance

Image
Sebelum terima gaji pertama, Mama berkali-kali memberikan nasihat untuk mengatur keuanganku. Pertama sih pastinya selalu dahulukan perpuluhan . Bagaimanapun juga Tuhan harus menjadi yang utama dan pertama dalam pengelolaan keuangan kita. Yang kedua, Mama juga sangat mendorongku untuk ikut asuransi. Baru sebulan ikut asuransi, aku sudah menuai manfaatnya. Sebulan lalu, tepatnya 7-12 Oktober 2013, aku harus dirawat inap di rumah sakit karena tipes dan infeksi saluran pernapasan atas. Selama itu aku nggak perlu kuatir akan biaya rawat inapnya karena semua sudah ditanggung asuransi. Kalau dalam waktu 30 hari setelah keluar dari rumah sakit aku masih perlu kontrol ke dokter dan beli obat, itu juga ditanggung asuransi. Malah ada manfaat lebih karena ada unit asuransi yang menguntungkan. Jadi untuk setiap satu hari di RS tuh aku bisa klaim sejumlah uang. Kalau kata koko sepupuku yang juga agen asuransi sih, aku tuh cuan (untung) banyak. Hehe... Setelah merasakan manfaatnya, aku jadi m...

Suddenly Fatherless [Part 7]: Asking the 'why' to God

It has been four months becoming a fatherless. Somehow it just hard to accept this reality. If you read my previous posts about this lost, you might think of how strong I am. I tell you that I am not. Instead, I still cannot accept this reality. Even I have been asking to God, "Why?" Why should Papa passed away, God? Do you not know that I still need him?  But God does not explain. And it hurts me when I read in the Bible that those who respect and love their parents would live longer on earth. I saw how was my father respected and loved my grandmother. I also heard that my father was the one who faithfully take care of my grandfather before he passed away (at that time, Papa was 18 years old). Papa was so obedient to God's command in honoring his parents. But he did not live long. He passed away a month before I graduated.

False Starts

This article is written by Jerry, God's servant, who works as a stock trader in Jakarta. He works to see and testify how God is working through Indonesian's economic today. Jerry and his wife, Trisya, actively serve God in their community church. As they faithfully serve Him locally, God calls them for a global ministry: to share God's work and God's desires in their life. Their blog has been a blessing for a lot of single adults and married couples in Indonesia as it concerns on Jesus, Family, Financial, and Character. Visit their blog  to get more blessings, encouragements, and even convictions:  http://www.jerrytrisya.com/

Suddenly Fatherless [Part 5]: Nothing is too tiny for His care

Kalo diinget-inget lagi saat-saat pertama ketika Papa meninggal, ada banyak hal-hal kecil yang luar biasa Tuhan kerjakan. Terbukti Tuhan kita itu setia, tidak ada perkara yang terlalu kecil untuk Dia.

Suddenly Fatherless [Part 4]: Be Secure in the Lord

Image
I'm sorry for your lost... Air mataku tidak bisa tidak mengalir saat menyadari betapa Tuhan juga turut merasakan dukaku kehilangan seorang Papa. Aku bersyukur Alkitab mencatat bahwa Yesus menangis dengan sedihnya saat Lazarus meninggal dunia. Jadi kita bisa yakin dan percaya bahwa Tuhan sungguh-sungguh merasakan duka yang kita rasakan.

Suddenly Fatherless [Part 2]: Bebas dari Kuatir

Few years ago, my dad preached a short sermon in a family cell. I found the note of his sermon in his bible. It was about "free from worry". Worry had been his struggle of life since my father was an introvert, melancholic person. The doctor said, one factor that dropped his health was depression, stress because of many things he worried about. Therefore, a virus could easily attacked his body and made him palsied, that we thought as stroke. As I remember him and read his note, my heart is full with joy, knowing that in my father's weakness, God's power shown perfectly. All things that he worried before he passed away, God provided perfectly as he went to the Lord. My mom told me that since 2009, as we have been struggle with finance after the company bankrupt (which my dad was an employee there), my dad had been growing in his faith to the Lord. Of course, there were a lot of times when he worried about our future, but he learned to put his hope in the Lord. Durin...

Suddenly Fatherless [Part 1] : Command your soul to hope in God when in times of sorrow.

Image
Death often comes without any warning. I experienced it on Sunday night, April 28, 2013. Suddenly, I became fatherless. Suddenly I lost my father. There was no goodbye.

See Your Life From The Perspective of Death

As I read the Bible this morning, I felt that God really spoke to me. He rebuked me for wasting a lot of time and energy for a lot of things that meaningless. He wants me to see my life from the perspective of death so that I might be more responsible to Him. So I read the book of Ecclesiastes this morning. As I read chapter 7 verse 2-4, I felt that God really wanted me to reflect on my life and think how could I be responsible to Him. 2 It is better to go to a house of mourning    than to go to a house of feasting, for death is the destiny of everyone;    the living should take this to heart. 3 Frustration is better than laughter,    because a sad face is good for the heart. 4 The heart of the wise is in the house of mourning,    but the heart of fools is in the house of pleasure.

Enjoy Life and See Good Days in 2013

Memasuki tahun baru 2013, yang disebut-sebut sebagai tahun ular air, banyak pihak yang mengungkapkan bahwa tahun ini banyak tipu muslihat, mencerminkan sifat ular. Sebenarnya tahun angka berapapun dengan shio apapun, kalau dihidupi dalam dosa tentu mengandung banyak tipu muslihat. Jadi yang membuat kita untung atau rugi, hidup tenang atau terteror, itu semua bukan tergantung angka tahunnya atau shio apa yang berperan, melainkan bagaimana seharusnya kita menjalani tahun ini.

“Ga papa ada Yesus koq ”

by  Kenia Oktavianie  on Thursday, September 20, 2012 at 1:19pm · Baru- baru ini, tempat kami dihebohkan dengan berita meninggalnya salah seorang orang tua murid. Setiap orang yang mendengar berita ini turut berduka bahkan cenderung iba mendengarnya. Betapa tidak, anaknya yang bersekolah di tempat kami baru berusia 2,5 tahun. Bicara dan berjalan saja belum sempurna betul, namun dalam usia sedini itu ia harus kehilangan sosok paling signifikan dalam hidupnya, papa. Ya, ayahnya meninggal dalam usia yang masih begitu muda. Untuk seorang pria berusia 30 tahun, tentu ia masih punya begitu banyak hal untuk diimpikan. Impiannya buyar seketika, ketika kurang lebih 7 bulan sebelum ia meninggal dokter memberikan vonis bahwa ia terjangkit suatu virus yang menyerang bagian saraf yang akan melemahkan seluruh jaringan dalam tubuhnya, dan pada akhirnya menyerang otak. Virus ini amat langka, konon baru empat orang yang terdeteksi terjangkit virus ini, dan bapak ini salah satunya. 4...

Bagi Allah ini serius dan mendesak

by  Kenia Oktavianie  on Tuesday, October 11, 2011 at 9:27am " Karya terbesar dalam hidupku, pengorbananMu yang slamatkankanku, Engkaulah harta yang tak ternilai, yang kumiliki dan kuhargai. Yesus Engkau kukagumi " Sepenggal lirik yang sederhana namun begitu mendarat sayup terdengar dalam keributan bus kota. Dibawakan bukan oleh seorang worship leader di gereja, tidak dengan suara yang indah, tidak dengan penghayatan yang mendalam, atau dengan improvisasi nada yang baik. Hanya dengan sebuah gitar biasa, dengan kunci- kunci yang sedikit tidak pas,dan dengan suara yang sumbang. Dia menyanyikannya, seorang pengamen biasa di tengah keributan bus kota. Mungkin memang bukan hal yang luar biasa mendengar seorang pengamen menyanyikan lagu "gereja" dalam bus kota. Beberapa pengamen lain pun sering melakukannya, berharap mendapat lebih banyak uang dari pendengarnya. Namun bagiku, hari itu tidak biasa. Hari itu Rabu, bukan Minggu dimana umat Kristen mungkin pergi untuk ber...

I Know Whom I Have Believeth!

Pagi ini saat morning devotion, Bu Connie berkata bahwa minggu ini adalah minggu yang berat baginya. Tanpa beliau tahu siapa Tuhannya, siapa dirinya di dalam Kristus, dan apa tujuan hidupnya, maka sulit baginya untuk melalui minggu ini. Aku sangat setuju. Aku pernah ada di posisi yang serupa, seakan2 mau mati melihat begitu banyaknya tanggung jawab yang harus dikerjakan. Waktu 24 jam sehari kayaknya nggak cukup. Seorang teman bahkan mengganti "to do list" menjadi "to die list" saking pontang-pantingnya dia menjalani hari-hari yang cukup sibuk dan berat. Kemarin malam saat menghadiri seminar DR. Ravi Zacharias, beliau mengatakan bahwa pain adalah bukti kasih Allah. Bisa merasa sakit dan mengalami kesukaran sungguh merupakan anugerah kasih Tuhan, supaya kita berhati-hati dalam menjalani hidup yang Dia percayakan. Tanpa adanya kesulitan dan penderitaan, kita akan merasa seakan-akan diri kita adalah Allah dan merasa tidak butuh Tuhan lagi. Itu yang akan terus meneng...

High Price

Kira-kira jam 5 sore, aku terima SMS dari Jennifer. Isinya seperti ini: Mr.Jeffry [anak TC S2 4th cohort] yg masuk RS meninggal krn ttembak dperutnya..thx.Gbu Aku kaget, heran, ga percaya. Sampai beberapa menit kemudian ada SMS serupa yang aku terima dari Ce Defvi. Baru aku percaya dan forward SMS tersebut ke teman2 lain juga. Khususnya teman2 seangkatan. Sulit dipercaya, Kak Jeffry yang seangkatan sama aku (walaupun beliau S2), sempat satu care group juga.... Sekarang sudah tiada karena peluru yang bersarang di perutnya akibat kerusuhan sore tadi. Selama 2,5 jam berikutnya, aku sibuk SMS-an dengan teman2. Berita demi berita beredar. Pukul 20.00, kami 4th Cohort students berkumpul di basement dan berdoa bersama. Sambil berdoa kami mengingat sosok pribadi Kak Jeffry. Sambil berdoa kami merefleksikan juga betapa seriusnya Tuhan memanggil kami menjadi guru Kristen. Bukan sekedar guru biasa, melainkan guru-guru yang memberitakan Injil Keselamatan bagi siswa-siswi k...

Death is Near

Image
Serem baca judul di atas? (^-^)v Dalam kurun waktu sebulan terakhir, paling sedikit ada 5 berita duka yang aku dengar. Berita duka paling fresh aku terima siang tadi mengenai ortu seorang kakak kelas yang meninggal dunia. Tepat sebelum berita duka tersebut masuk ke inbox hpku, Kenia dan aku lagi ngobrol soal ini. Ceritanya nih, kami berdua lagi jalan di Supermal Karawaci after lunch. Dalam rangka mau beli botol minumku dan shampoonya. Hehe.... Trus si Kenia cerita tentang temen gerejanya yang lagi berduka. Temen gerejanya itu kehilangan Papanya dan Mamanya lagi koma akibat sebuah kecelakaan mobil hari Minggu kemarin. Nah, ngobrol-ngobrol soal berita duka, kami jadi ingat beberapa waktu lalu (sekitar 2 minggu lalu lah), ada 3 orang di TC yang juga berduka karena anggota keluarga mereka meninggal. Sempat aku bilang, "Lagi musim mudik nih Ken." Si Kenia nanggepin, "Iya, mudik kagak balik lagi." Hmmm.... Hidup dan kematian jaraknya sangat dekat. Siapa tahu hidup k...