Posts

Showing posts with the label God's Calling

The Diary of a Chosen Principal: Defined by His Grace

Begitu terpilih menjadi kepala sekolah baru, aku kembali mengalami krisis jati diri. Aku berulang kali bertanya pada diri sendiri: sebenarnya aku ini siapa? Aku orang seperti apa? Mengapa aku? Bagaimana mungkin aku bisa? Pertanyaan-pertanyaan itu berulang tanpa henti di kepalaku, dalam percakapan dengan suami, dan dalam sesi-sesi konseling. Aku mulai melakukan semacam background check terhadap diriku sendiri. Aku menimbang ulang perjalanan hidupku, kemampuanku, kepribadianku. Aku mempertanyakan panggilan ini. Aku mempertanyakan pengurapan ini. Aku mempertanyakan keputusan yayasan. Dan, dengan jujur, aku juga mempertanyakan Tuhan. Bukan karena aku tidak percaya, tetapi karena aku ingin mengerti: Apa yang Tuhan lihat dalam diriku, yang sering kali bahkan tidak kulihat sendiri? Aku ingat pernah meminta izin untuk melihat hasil psikotestku. Aku ingin tahu: sebenarnya siapa diriku? Apa yang membuatku terpilih? Di sana tertulis dengan jelas bahwa aku direkomendasikan untuk menjadi ke...

The Diary of a Chosen Principal: Laughing at the Days to Come

Disclaimer: tulisan ini adalah late publish dan ditulis sebulan sebelum masa jabatan menjadi kepsek. Aku tulis setelah dapat saran dari suami. Katanya supaya aku gak galau lagi.  Ini adalah tulisan ketiga. Tulisan pertama bisa dibaca  di sini . Tulisan kedua bisa dibaca di sini . Tulisan ini aku set untuk published automatically on Thursday, July 3rd, 2025, tepat pada hari ketiga aku secara resmi menjabat sebagai kepsek. "Kenapa, Miss? Kok ngelamun?" tanya seorang rekan kerja. Wah, ketahuan sedang galau! "It is seen on your face," ujar seorang rekan yang lain. "Tapi ya karena saya sudah tahu duluan, Miss. Kalau ga ya ga akan tahu." Siapa yang ga galau sih tiba-tiba jadi kepsek? Ya memang ga tiba-tiba juga sebenernya. Dibilang kaget ya ga juga, dibilang ga kaget ya tetep aja shock. 🤯 Selain melamun, aku juga gelisah dan kesulitan tidur. Udah ngantuk juga tetep susah tidur. Sudah tidur pun bisa terbangun. Suamiku juga bilang aku sampai mengigau. Ada kegenta...

The Diary of a Chosen Principal: When God Winks

Image
  Disclaimer: tulisan ini adalah late publish dan ditulis sebulan sebelum masa jabatan menjadi kepsek. Aku tulis setelah dapat saran dari suami. Katanya supaya aku gak galau lagi.  Ini adalah tulisan kedua. Tulisan pertama bisa dibaca di sini .  Tulisan ini aku set untuk published automatically on Wednesday, July 2nd, 2025, tepat pada hari kedua aku secara resmi menjabat sebagai kepsek. "Kenapa kamu mau jadi kepsek?" tanya seorang rekan sepelayanan di gereja, beberapa waktu setelah aku minta dukungan teman-teman satu KTB untuk doakan proses psikotes dan interview yang harus aku jalani untuk pencalonan kepala sekolah. Aku menggeleng dan bilang, "Bukan aku yang mau." Karena memang demikian. It's not my will. It's His will that revealed through the leaders at our school. Inilah saatnya untuk ganti kepsek, untuk buat perubahan. Seseorang memang pernah bertanya beberapa tahun lalu, "Bagaimana kalau suatu hari nanti jadi kepsek?" Aku cuma ketawa aja. Aku...

The Diary of a Chosen Principal: Chosen by God

Image
Disclaimer: tulisan ini adalah late publish dan ditulis sebulan sebelum masa jabatan menjadi kepsek, setelah beberapa hari galau. Aku tulis setelah dapat saran dari suami. Katanya supaya aku gak galau lagi. Tulisan ini aku set untuk published automatically on Tuesday, July 1st, 2025, tepat pada hari pertama aku secara resmi menjabat sebagai kepsek. At the beginning of 2025, God revealed His plan to me. I wrote it in my WhatsApp Bible Reading Group and shared it like this: 4 Januari 2025 Keluaran 4:1, 10, 13 (TB)  Lalu sahut Musa: "Bagaimana jika mereka tidak percaya kepadaku dan tidak mendengarkan perkataanku, melainkan berkata: TUHAN tidak menampakkan diri kepadamu?"  Lalu kata Musa kepada TUHAN: "Ah, Tuhan, aku ini tidak pandai bicara, dahulu pun tidak dan sejak Engkau berfirman kepada hamba-Mu pun tidak, sebab aku berat mulut dan berat lidah." Tetapi Musa berkata: "Ah, Tuhan, utuslah kiranya siapa saja yang patut Kauutus."  Sampai 3x Musa tuh beralasan ...

Because He lives... I will keep on writing!

One of my favorite's homework during the school-years was writing. As for me, writing is easy. It is as easy as talk directly to someone. However, I could not deny the fact that the ability to write is a gift from the Lord. It might be easy for me, but not for others. All of us receive different gifts and talents from the Lord, according to His plan and calling in our lives.

Called to obey

This past week I read the first chapters of Exodus. As we know, Moses was called to lead the Israelites go out from Egypt. It was hard to do. Even Moses asked The Lord to send someone else. However, if The Lord calls, nobody can escape. Moses could not run, we too. When God calls us to do something that He is concern to, we know exactly that it requires us to do a hard work. Often, we only have one choice: to obey Him.

The Danger of Not Standing on the Promises of God

A fatherless, an ordinary official was chosen as a king over ten tribes of Israel. The LORD God Himself promised to Jeroboam. The Lord would like to build him a dynasty as enduring as the one He built for David and would give Israel to him. Even He would humble David's descendants because of this, but not forever. It was a great honor and grace, what a perfect promised blessing that Jeroboam got from the Lord! "However, as for you, I will take you, and you will rule over all that your heart desires; you will be king over Israel. If you do whatever I command you and walk in my ways and do what is right in my eyes by keeping my statutes and commands, as David my servant did, I will be with you. I will build you a dynasty as enduring as the one I built for David and will give Israel to you. I will humble David's descendants because of this, but not forever." (1 Kings 11:37-39) Although the Lord had fulfilled His promises when Israel made him king over all Israe...

Are you ready to be a pastor's wife?

Image
Dua tahun yang lalu, pada suatu hari Minggu pagi, aku melihat teman sekamarku berdandan dengan sangat rapi dan anggun. Nggak tahu kenapa, di mataku dia kelihatan seperti "Ibu Gembala" atau istri pendeta. Pokoknya kelihatan terhormat, cantik, anggun, rapi, enak dipandang. Hehe... Sejak saat itu, aku suka memanggilnya dengan sebutan "Ibu Gembala" sampai sekarang. Dia nggak mau kalah dong... Tiap kali kusapa, dia akan membalas, "Ya, Ibu Gembala Senior." Setelah itu kami tertawa bersama.

God's Calling To Write

Tadi siang untuk pertama kalinya aku makan siang dengan Kak Anggit, the author of http://queensophiaofwestland.blogspot.com/ , yang ternyata satu gereja denganku (gubraaaaaaaaaaaak...) . Sebenernya tahun 2011 lalu kami pernah ngobrol sekali di gereja, tapi aku sama sekali tidak mengingatnya. Kak Anggit yang justru inget sama aku setelah kami "ketemu" di blognya. Hehe... I'm so blessed to have lunch with her. Tadi kami saling share tentang passion kami nulis, gimana kami nulis blog, and how it can really blessed others. From our conversation, I think God really opened my mind that writing is also God's calling to minister others and spread the Gospel . I feel amazed. Writing is not just a hobby. Typing words using our gadgets and publish it in internet (blog, social media, etc) is not just "catch up with technology". God can really use our writings to work in people's heart, in people's life. He is so powerful and everything can be used GREATLY ...

It is hard to be a teacher!

*Sebenernya postingan ini sudah lama diketik sejak masih di Batam, tapi karena nggak sempat untuk ngeblog, jadinya baru sekarang dipost. :) Di praktikum ketiga ini aku baru bener-bener ngrasain susahnya jadi guru. Karena mentorku adalah guru Science, praktis aku juga mengajar Science. Beliau mempercayakan kelas 5 untuk aku pegang secara penuh.   Pengajarannya seperti apa, berapa lama durasi ngajar per bab, sampai ke soal-soal ulangan dan pengambilan nilai, semuanya aku pegang. Jadi kali ini aku punya tanggung jawab lebih besar dibandingkan dua praktikum sebelumnya. Selain itu, praktikum kali ini bukan sekedar belajar mengajar di kelas, melainkan juga untuk bikin PTK (Penelitian Tindakan Kelas). Tidak hanya PTK, aku juga pusing bagaimana harus menolong anak-anak mengerti dan memahami pelajaran. Aku deg-degan tiap kali koreksi hasil latihan dan test-test kecil yang aku berikan. Saat mereka harus menghadapi ujian, untuk pertama kalinya aku deg-degan dan hampir nangis memikirkan mer...

It is by grace you have been saved

This past week I have been spending many hours with Jen to reach out people in Supermal Karawaci and around. If you want to read my first experience, you can click here. Yesterday we reached two girls at foodcourt. They are students at UPH. We never met them before but since they are also students like us, the conversation was getting easy.

UPH TC Scholarship: It is not about you!

Rating postinganku tentang UPH TC (Teachers College) yang judulnya Could it be you? meningkat dalam waktu sekitar 2 minggu terakhir. Kalo lihat statistik blog, aku menemukan banyak orang yang googling mengenai UPH TC dan beasiswanya. Ini bagian yang sangat menarik! UPH TC menyediakan beasiswa hingga 100% meliputi biaya pendidikan, akomodasi, meal, transportasi, pokoknya semua dibayarin! Kita cuma tinggal kuliah dan menikmati semua fasilitas yang bikin orang lain ngiri. Beberapa waktu lalu bahkan ada yang email ke aku nanya kapan pendaftaran akan dibuka. Melihat ini semua aku sangat tergerak untuk mengatakan bahwa kesempatan beasiswa ini BUKAN untuk masa depanmu secara pribadi. Kalau kamu berharap bisa memperbaiki nasib dan punya masa depan cerah dengan penghasilan tinggi atau jabatan yang keren dalam Yayasan Pendidikan Pelita Harapan, sebaiknya JANGAN daftar ke UPH TC!

Trust and Obey

Sekitar 3 minggu lalu aku sempat posting mengenai  God's Heart for Nations  dan menyinggung mengenai Student Missions Project. Dalam postingan itu aku bilang kalo gak bisa ikut karena harus internship 4 bulan yang tepat dimulai pada bulan Juli. Kemungkinannya Student Missions Project dan intershipku bentrok, sehingga akhirnya aku berpikir untuk tidak mendaftar, tapi bukan berarti mengabaikan panggilan untuk pelayanan misi. Yah... mungkin kapan-kapan, katakanlah tahun depan.

Walking with God in 2012

Huuuuaaa.. udah 5 minggu nggak ngeblog... >.< Kemaren waktu liburan entah kenapa sama sekali nggak bisa log in blogger dari rumah. Seminggu lalu wifi di dorm masih mati. Selama seminggu ini aku juga sibuk praktikum jadi baru hari ini bisa online dan ngeblog. (kangen ngeblog nih...) Tidak terasa sudah 2 minggu tahun 2012 ini dijalani. Rencana dan jadwal kuliah yang baru sudah ada. Tinggal bagaimana menjalaninya. Ada beberapa hal yang aku dapatkan sejak liburan dari khotbah di Gereja maupun Saat Teduh yang menurutku melaluinya Tuhan berbicara secara pribadi untukku. Aku merasa mendapatkan "bekal" untuk melangkah di tahun 2012 bersama-sama dengan Tuhan. Semoga terberkati! =D

Prepare for my second practicum [part 1]

Image
Hari Senin lalu pengumuman praktikum dipajang di TC Hall. Untuk praktikum kedua ini, aku mendapat kesempatan mengajar siswa-siswi kelas 2 SD di Sekolah Kristen Soli Deo, BSD, Tangerang. Praktikumnya dimulai tanggal 9 Januari 2012 sampai 3 minggu kemudian. Nah, tadi pagi Bu Connie bicara dengan kami seangkatan mengenai praktikum ini, khususnya apa yang harus menjadi tujuan kami. Sekali lagi beliau mengingatkan bahwa di TC kami tidak sedang belajar menjadi guru yang smart dengan good attitude, melainkan belajar mengikut Kristus dan menjawab panggilan-Nya dengan menjadi guru. Bu Connie membagikan CHARGE TO GRADUATES, pidato yang dibawakan DR. James T. Riady saat Commisioning pada acara graduation TC, 3 Juni 2011 lalu. Aku mau share-kan isi CHARGE TO GRADUATES di sini dan berbagi berkat sama semua pembaca. :) [ sekalian jaga-jaga kalo kertasnya ilang.. hehehe..] Berikut ini PR untuk dipergumulkan selama liburan:

Happy Teacher's Day!

Image
Pagi ini saat lagi pake lotion ( ngomong2 lotionku itu gede banget hampir seliter tapi harganya cuma 15ribu, wangi dan top markotop abis! belinya di Watson, always discount! hehehe... ), ada sms masuk ngucapin selamat hari guru. Waaaah... belum jadi guru beneran udah dikasih ucapan selamat hari guru. Hehehe.... Buat aku, dipanggil menjadi seorang guru Kristen itu bener2 panggilan yang luar biasa. Guru itu kalo di Alkitab sejajar sama bapak ibu gembala, pastor, misionaris, dan bahkan rasul! Gak percaya?? Ini buktinya:

Looking for my calling

Aku punya English writing assignment untuk dikumpulkan hari Rabu ini. Tugasnya itu tell about what you're looking forward to for your practicum next semester. Reflect on what you learned from last year too. Aku bersyukur dapet tugas ini, membuatku berpikir lebih dalam tentang panggilanku. Sebenernya sudah mantep sih aku mau jadi guru Kristen, tapi guru seperti apa dan bagaimana, itu masih belum tahu dan harus terus dipergumulkan. Jadi aku coba buat kira2 kayak gini..... Cukup singkat, karena cuma diminta 1 halaman trus double space juga. Looking for my calling I will have my second practicum in January for three weeks. Sometimes, when I think about it, I feel a little bit afraid but not really worried because I have already experienced it. The time between my first and second practicum has been more than one year, so I’m afraid I forgot everything that I learned before and be nervous again. On the other hand, I know that the practicum is not scary as I thought before. My firs...

Menjawab Panggilan Tuhan

Kalau lagi KKR, mudah bagi kita untuk bilang "Ya" atas panggilan Tuhan saat itu. Mungkin tidak terpikir juga betapa beratnya konsekuensi yang harus kita tanggung untuk menjawab panggilan Tuhan. Salah satunya yaitu keluar dari comfort zone kita. Keluar dari comfort zone bisa berarti: Meninggalkan rumah dan pergi ke suatu tempat yang jauh dengan lingkungan yang sama sekali berbeda. Tidak mendapatkan apa yang kita inginkan. Harus pergi melayani orang-orang yang tidak kita sukai. Tidak mendapatkan cukup dukungan dari orang-orang di sekeliling kita. Harus berkonflik dan berkonfrontasi dengan orang2 yang kita kasihi. dan lain-lain yang mungkin membuat kita menangis dan ingin mundur dari panggilan Tuhan. Baru kemarin aku denger suatu kisah pengalaman seorang sahabat yang hampir aja mundur meninggalkan panggilan Tuhan karena nggak bisa lagi pulang ke kota kelahirannya tiap weekend. Sedih waktu denger dia sempat berpikir untuk meninggalkan panggilannya. Di sisi lain aku ber...

Could it be you?

Image
Who will prepare leaders for tomorrow?