Saturday, April 27, 2013

Behind the SKRIPSI - Part VIII: Peace that surpasses all conditions

Beberapa hari sebelum sidang, ada dua hal yang membuatku mengganggu, bahkan benar-benar bikin galau.
  1. My family's struggle: finance
    Sejak tahun 2009, karena kebangkrutan di perusahaan tempat Papa kerja, keluarga kami jadi extra bergumul di area finansial. Namun hampir 4 tahun ini bisa dibilang penyertaan Tuhan itu sempurna, segala sesuatu yang kami butuhkan selalu Tuhan sediakan. Bahkan tahun lalu aku bisa jalan-jalan ke Singapore juga karena Tuhan yang sediakan dananya. Kalau bukan karena Tuhan, tidak mungkin aku bisa punya uang lebih untuk jalan-jalan ke luar negri.

Friday, April 26, 2013

Behind the SKRIPSI - Part VII: Comforted in His gentle arms

Sejak status kelulusanku di-pending, ada banyak dukungan yang aku terima. Di hari yang sama aku terima beberapa SMS, trus 4 orang teman juga datang ke kamar untuk mendengarkanku dan mengobrol. Hari itu aku juga kasih kabar ke ortu dan dengan tenangnya Mama bilang kalau skripsi yang bagus tuh memang harus diuji lagi. Biasa lah dosen penguji memang suka 'menguji'. Lah? Jadi bingung dengernya. Hehehee... Tapi bener-bener saat itu rasanya terhibur, punya ortu yang tidak marah-marah di atas kegagalanku. Sore itu temen-temen sekamar ngajakin ke hypermart. Cukup terhibur sih, karena sekalipun aku nggak belanja, tapi bisa melihat banyak bahan makanan dan mikir kira-kira mau beli apa atau masak apa kalau ntar dapet giliran provide refreshment lagi di gereja maupun LIFE Group.

Thursday, April 25, 2013

Behind the SKRIPSI - Part VI: Peace that surpasses all understanding

Ketika hari-hari menjelang sidang semakin dekat, Tuhan mengingatkan aku sebuah ayat dari Filipi 4:7.

And the peace of God, which surpasses all understanding, guard your hearts and minds through Christ Jesus.

Bisa keinget lagu ini gara-gara inget satu lagu yang beberapa kali dinyanyikan di gereja. Ini lagunya:

Behind the SKRIPSI - Part V: Do not fear or be dismayed!

Sebenernya sehari sebelum due date pengumpulan skripsi, jadwal sidang sudah keluar. Namun aku tidak merasa takut mengetahui siapa yang menjadi dosen pengujiku, karena chairman-nya tuh dosen bule yang baik banget. He is very gracious. Masih jelas dalam ingatanku awal semester 3 ketika aku minta pindah ke program bahasa Inggris dengan kemampuan pas-pasan. Beliau ngasih dengan syarat aku harus bener-bener belajar dan berusaha untuk improve my English proficiency. Thanks to him, aku tidak hanya pindah program, tapi juga boleh dapet kesempatan untuk belajar. Setelah 3 tahun, ada banyak kemajuan. Dari yang tadinya nggak ngerti apa-apa kalo dosen ngajar dalam bahasa Inggris, sampe sekarang tiap Minggu dengerin sermon in English (secara pastorku juga diimpor from Chicago… hehe….). Dari yang cuma bisa “yes/no” aja sekarang bisa cas cis cus in English meskipun masih banyak grammatical error (tapi bule-bule pada bilang lumayan kok, understandable lah… hehe…), trus masih sering ngomong inggrisan pake logat Surabaya. Hehehe… Dulu tuh tiap ngetik di Ms. Word, pasti keluar garis2 merah, ijo, biru. Sekarang gak ada garis-garis gitu lagi, sehingga aku butuh proof-reader untuk tahu ini tulisan bener kagak (ciiiieeeee…). Nah, intinya sih sudah tahu lah ini chairman-nya baik banget. Jadi ya aku sih tenang-tenang aja meskipun dosen penguji satunya itu bikin temen-temenku membelalak karena ibu dekan sendiri yang menguji.

Sunday, April 21, 2013

Are you ready to be a pastor's wife?

Dua tahun yang lalu, pada suatu hari Minggu pagi, aku melihat teman sekamarku berdandan dengan sangat rapi dan anggun. Nggak tahu kenapa, di mataku dia kelihatan seperti "Ibu Gembala" atau istri pendeta. Pokoknya kelihatan terhormat, cantik, anggun, rapi, enak dipandang. Hehe... Sejak saat itu, aku suka memanggilnya dengan sebutan "Ibu Gembala" sampai sekarang. Dia nggak mau kalah dong... Tiap kali kusapa, dia akan membalas, "Ya, Ibu Gembala Senior." Setelah itu kami tertawa bersama.

Saturday, April 20, 2013

Behind Skripsi - Part IV: He gave enough time

Kata Pengkhotbah, untuk segala sesuatu ada waktunya. Bagi mahasiswa tingkat akhir, ada waktunya untuk mengerjakan skripsi, ada waktunya untuk mengumpulkan skripsi.

Selama seminggu terakhir sebelum skripsi dikumpulkan, I scanned and compiled the appendices that needed to be attached. Terus terang selama menyusun lampiran, aku cukup deg-degan mendapati bahwa rasa takut yang kumiliki sejak awal pengerjaan PTK kembali lagi. Aku merasa data-dataku tidak cukup bagus, apalagi berkualitas. Selain itu, dosen pembimbing juga terus-menerus merevisi skripsiku. Saat itu rasanya kayak doing endless revision until the day before due date.

Wednesday, April 17, 2013

The Mouk Tribe

We were studying Acts 2 last night when our LIFE Group leader showed us this video about how the gospel being shared to the Mouk Tribe of Papua New Guinea. See the ending and capture a picture of what Jerusalem might have look like on Pentecost day, when 3000 people accepted Christ.


Wednesday, April 3, 2013

Purity After Impurity

My tears dropped as I read this article. Somehow I remember Romans 8:38-39 that God had put it into my heart for these past two years.

Neither death nor life, neither angels nor demons, neither the present nor the future, nor any powers, neither height nor depth, nor anything else in all creation, will be able to separate me from the love of God. And there is no condemnation for those believe in Christ.

Monday, April 1, 2013

Behind the Skripsi – Part III: His grace is sufficient for me


Putera-Nya sendiri Ia korbankan untuk kita. Apa lagi yang kurang? Kasih karunia-Nya cukup bagi setiap orang berdosa yang percaya kepada-Nya. Bapa di surga memberi dengan segala kelimpahan. Bukan kelimpahan yang kita, orang berdosa, bayangkan; melainkan kelimpahan yang pada akhirnya memuliakan Kristus.