Posts

Showing posts with the label Fatherless

Surat Untuk Papa: Kisah Kesetiaan Tuhan Selama Tujuh Tahun Setelah Papa Tiada

Dear Papa, Sudah lebih dari 7 tahun, bahkan hampir 8 tahun Papa pulang ke rumah Bapa di surga. Ada begitu banyak hal yang terjadi sejak Papa tiada. Kami sedih dan kehilangan. Kami kesulitan dan kekurangan. Namun kami tidak pernah ditinggalkan. Tuhan, Allah Immanuel, menyertai kami.

Tetapi TUHAN Menyertai

Hidup itu seperti uap, yang sebentar ada, kemudian tiada. Tepat sekali apa yang Firman Tuhan gambarkan mengenai hidup manusia yang singkat. Beberapa minggu yang lalu, Mama mengirim BBM, mengabarkan bahwa Tante saya, kakak yang tertua dari almarhum Papa saya sudah berpulang dini hari tadi. Saya sempat menjenguknya saat liburan Natal lalu. Sekalipun duduk di kursi roda, ia cukup sehat. Tapi kini sudah tiada, menyusul kepergian adiknya, Papa saya. Rasanya baru kemarin Papa meninggalkan kami. Sekarang menyusul saudaranya. Saya menahan napas sesaat setelah membaca BBM Mama dan terpikir, "Saya harus siap mengalami kehilangan demi kehilangan."

Tuhan di Depanmu

Seminggu terakhir benar-benar menggelisahkan. Sebagian besar orang tentu gelisah mendengar berita teror bom di Jakarta. Demikian juga saya. Sekalipun tinggal di Palembang juga turut gelisah dan merasa tidak aman. Apalagi dalam kurun waktu seminggu terakhir ini saya mendengar dua orang rekan guru yang dijambret di dekat sekolah. Bahkan pagi ini saya baca di koran Sumatera Express mengenai kasus pembegalan yang terjadi di Palembang. Satu kata yang saya rasakan: ngeri. Ke mana pun kita pergi, di mana pun kita berada, tidak ada jaminan keamanan yang mutlak 100%. Malah sepertinya di mana-mana bahaya mengancam. Sebagai anak-anak Tuhan, kita pun tidak luput dari kejadian-kejadian seperti yang saya sebutkan di atas. Sudah banyak juga anak-anak Tuhan yang menjadi korban kejahatan. Tentunya kita berharap tidak akan pernah (atau kalau sudah pernah, tidak akan lagi) menjadi korban kejahatan. Namun siapa yang bisa menjamin keamanan kita di tengah-tengah dunia yang berdosa?

How Faithful is our Lord!

Time keeps going. Two years has passed since I lost my dad and I feel thankful today. I woke up quite early this morning and had more time to pray and lift up praises. These twenty four past months, The Lord has been so faithful. I tried to count on The Lord's blessings, guidance, provisions, and answers along these two years. There were soooooooo much from the Lord that if I could give thanks for each matter, I would be late to work today. Hehehe...

Bagian Orang Asing, Anak Yatim, dan Janda

Pagi ini saya membaca Ulangan 24:6-22 sebagai bahan saat teduh. LAI memberi judul perikop ini, "Tentang melindungi sesama manusia." Dalam perikop ini Firman Tuhan mengajarkan bagaimana kita harus melindungi orang-orang di sekeliling kita, termasuk mereka yang merupakan orang asing dan orang yang berhutang kepada kita. Menurut saya ini suatu detil mengenai hal-hal konkret yang Tuhan ingin kita lakukan sebagai suatu cara melakukan isi hukum Taurat, yaitu mengasihi sesama manusia. Bagian yang paling menarik hati saya ada dalam Ulangan 24:19-21. Tuhan mengatur apa yang menjadi bagian orang asing, anak yatim, dan janda. Apabila engkau menuai di ladangmu, lalu terlupa seberkas di ladang, maka janganlah engkau kembali untuk mengambilnya; itulah bagian orang asing, anak yatim dan janda - -supaya TUHAN, Allahmu, memberkati engkau dalam segala pekerjaanmu. Apabila engkau memetik hasil pohon zaitunmu dengan memukul-mukulnya, janganlah engkau memeriksa dahan-dahannya sekali lagi; ...

God Lists My Tears [In Memoriam of My Father: April 28, 2013 - April 28, 2014]

I thought these twelve months were enough to accept this lost. Although there was almost no tears for these last few months, I found myself was in a deep sorrow when the date turned to be April 28. So it was and is still hurt for me to lost my dad. Even I found myself could not stop to cry. Nothing and no one could help, just like in the song that the people sang a year ago to comfort us: Tak satupun dapat menghiburku Tak seorangpun dapat menolongku Hanya Yesus jawaban hidupku (No one could comfort me No one could help me Only Jesus, the answer of my life)

Suddenly Fatherless [Part 9]: The Faithful Father

Time flies. My brother and I have been fatherless for 10 months. Today is easier to live as fatherless than few months ago, but the "side effect" of being fatherless is getting harder. We no longer have Papa as our protector and provider. We have to learn to protect ourselves and provide our needs. It's not easy at all. But God has promised to be the Father for the fatherless. And He is faithful!