Posts

Showing posts with the label Prayer

Bantu Kami Bernapas

Image
Saat ini sudah memasuki minggu ke-7 sejak asap kembali memenuhi udara kota Palembang. Bukan hanya Palembang, melainkan juga seluruh provinsi Sumatera Selatan, Riau, Jambi, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Selatan. Tidak banyak orang yang bisa evakuasi ke luar dari provinsi tempat mereka tinggal. Kehidupan terus berjalan di tengah-tengah tebalnya asap. Berbagai usaha telah diupayakan, doa-doa pun telah dipanjatkan. Namun kami (korban bencana asap) butuh pertolongan dari saudara-saudari setanah air. Roma 15:1 (TB)  Kita, yang kuat, wajib menanggung kelemahan orang yang tidak kuat dan jangan kita mencari kesenangan kita sendiri.

I Wish I Could..

"I wish I could play in the playground..." Saya mendongak ketika seorang gadis kecil, salah seorang siswa saya yang paling pendiam, mengatakan kalimat tersebut. Sudah sebulan lebih, sekitar 5 minggu ini saya tidak mengajak anak-anak bermain di luar karena tebalnya asap di kota Palembang. Saya melihat keluar jendela sekilas sebelum menyahut, "Me too." Tahun ini intensitas asap memang jauh lebih tebal. Sudah termasuk kategori yang sangat berbahaya. Batas normal konsentrasi partikular (PM10) adalah 150 ugram/m3. Sementara siang tadi peningkatannya sudah mendekati angka 800. Menggelisahkan. Sudah hampir 6 minggu ini saya sakit batuk-batuk juga, sampai sesak napas, bahkan nyeri dada. Amandel meradang, bahkan masih tetap bengkak walaupun sudah tidak sakit lagi. Antibiotik, obat batuk, jeruk nipis, madu, sampai kumur-kumur air garam juga tidak mempan. "Nggak papa," kata dokter. "Cuma alergi asap. Nanti kalau obat sudah habis masih belum sembuh, balik lagi...

Telah Kudengar doamu dan telah Kulihat air matamu

" Baliklah dan katakanlah kepada Hizkia , raja umat -Ku: Beginilah firman TUHAN , Allah Daud , bapa leluhurmu : Telah Kudengar doamu dan telah Kulihat air matamu ; sesungguhnya Aku akan menyembuhkan engkau ; pada hari yang ketiga engkau akan pergi ke rumah TUHAN . (2 Raja-raja 20:5) Ayat ini adalah salah satu favorit saya. Firman Tuhan begitu indah menyentuh hati Raja Hizkia yang saat itu sedang sakit keras bahkan sebelumnya Tuhan berkata bahwa ia tidak akan sembuh, melainkan mati. Saya membayangkan apa yang mungkin dirasakan oleh Raja Hizkia.

Meditation on Psalm 130

Psalm 130 A song of ascents. 1 Out of the depths I cry to you, LORD; 2 Lord, hear my voice. Let your ears be attentive to my cry for mercy. The psalmist cried for mercy. When I read these two verses, I felt a strong conviction that it is very important for us to cry for mercy. Why should we cry for mercy? 3 If you, LORD, kept a record of sins , Lord, who could stand? 4 But with you there is forgiveness, so that we can, with reverence, serve you. W e all have sinned and we are sinners. Who could stand before the Lord? Who could serve Him? But there is forgiveness! If the LORD forgives us, we can, with reverence, serve Him! We ? Yes. We! The Lord wants us to not be selfish by praying for ourselves. He wants us to pray for others too. Pray and cry for mercy for there is forgiveness with the Lord, so that we (our family, friends, even the whole nation) with reverence, serve the Lord. How long should we pray? How many days? The psalmist wait for the Lord and put his hope in ...