The Diary of a Chosen Principal: Why am I?

Why am I? Setahun berlalu, aku masih sering bertanya-tanya kenapa aku yang dipilih jadi kepala sekolah. Apalagi setelah menerima evaluasi dari para guru. Sebagian besar isinya menyinggung kompetensi, caraku berkomunikasi dan berelasi dengan rekan kerja, yang memang perlu terus banyak belajar. 

Namun, belakangan aku justru menemukan bahwa kelemahan-kelemahanku merupakan salah satu alasan kuat mengapa Tuhan memilihku. 

Dia tidak memilih orang yang hebat, supaya tetap Dia yang terhebat, bukan kepala sekolahnya, bukan aku. 

1 Korintus 1:25 (TB)  Sebab yang bodoh dari Allah lebih besar hikmatnya dari pada manusia dan yang lemah dari Allah lebih kuat dari pada manusia.

Sekalipun ada orang yang anggap aku kurang berkompeten, apalagi bukan S1 PGPAUD, Firman Tuhan bilang bahwa yang bodoh dari Allah lebih besar hikmatnya. Justru dalam kelemahan-kelemahanku kuasa Tuhan jadi sempurna. 

Tuhan tidak ingin aku bergantung pada manusia, melainkan bergantung pada kekuatan Allah. 

I am diagnosed with severe depression in the beginning of this academic year. I asked God, "Why must I have this burden?"

Ini kayak duri dalam daging buat aku. Tuhan mau tunjukkan bahwa meskipun aku sedang butuh dipulihkan, Dia sanggup pakai aku untuk bisa memimpin sebuah sekolah bahkan dalam keadaan yang paling rendah. 

Bagianku adalah mengusahakan untuk pulih, menguatkan dan meneguhkan hati sambil tetap percaya dan mengandalkan Tuhan. Fokus aja sama Tuhan, bukan pada masalah-masalah. 

Selain itu, aku yakin Tuhan mau aku makin kuat dalam iman. Berakar makin dalam, supaya siap melakukan perubahan. 

"Why me?"
Because of His grace and love

Comments