The Diary of A Chosen Principal: Yesus Menyembuhkan Novi
Bagaimana jika ternyata kisah Yesus menyembuhkan Bartimeus dalam Markus 10:46-52 adalah juga kisah Yesus menyembuhkanku?
Orang Farisi datang ingin menjebak Yesus (Markus 10:2).
Orang kaya ingin hidup kekal dengan harga murah (Markus 10:17) .
Yakobus dan Yohanes ingin menjadi orang top di Kerajaan Yesus (Markus 10:35-35).
Bartimeus hanya ingin melihat. Karena dia buta. Namun, sesungguhnya semua orang mengalami kebutaan rohani. Spiritual blindness. Including me.
Sepertinya selama ini aku tidak sadar, kalau aku buta. Aku tidak bisa melihat bahwa Yesus lebih berharga. Kalau Yesus tidak menjadi yang paling berharga, maka segala sesuatu menjadi tidak berharga.
Aku bukan orang yang sempurna ketika dipanggil Tuhan untuk hidup bagiNya. Bukan orang paling berkompeten untuk jadi kepala sekolah. Bahkan buta, tidak mampu melihat Yesus dengan jelas di tengah-tengah gejolak kehidupan.
Markus 10:49 (TB) Lalu Yesus berhenti dan berkata: "Panggillah dia!" Mereka memanggil orang buta itu dan berkata kepadanya: "Kuatkan hatimu, berdirilah, Ia memanggil engkau."
Tuhan bukan saja memanggil Bartimeus. Tuhan juga berhenti dan berkata kepada pengurus dan pimpinan yayasan sekolah: "Panggilah Novi!" Mereka memanggil aku, yang buta itu, dan berkata kepadaku: "Kuatkan hatimu, berdirilah, Ia memanggil engkau."
Jadi aku menguatkan hati, berdiri, menjadi kepala sekolah. Sepertinya mataku terbuka, tapi aku buta.
Aku tidak mengenali diriku sendiri secara utuh di hadapan Tuhan. Sejak awal dipanggil aku bingung, siapa aku sampai Tuhan memanggil? Mengapa aku?
Ketika konflik berdatangan silih berganti, stress meningkat, walaupun mataku selalu baca Alkitab tiap hari, aku kesulitan melihat Yesus dalam setiap situasi secara nyata. Aku tidak bisa melihat diriku dengan benar dalam pandangan Tuhan. Kekuatiran, ketakutan, overthinking berlebihan menguasai aku. Seperti orang buta, aku seringkali "nabrak", salah langkah. Terluka dan melukai orang lain.
Sepanjang tahun ini beberapa kali aku bertanya-tanya, mengapa? Mengapa begitu sulit? Bagaimana? Aku harus berbuat apa lagi?
Aku belajar bahwa bagi Tuhan adalah perkara yang mudah sekali untuk membalikkan keadaan dan memberikan segala sesuatu yang aku harapkan. Tapi Dia lebih tertarik untuk menyembuhkanku lewat banyak peristiwa, konflik, dan sesi-sesi konseling.
Kalau Tuhan bertanya kepadaku, apa yang aku inginkan dariNya, apa jawabanku? Apakah minta situasi berubah? Apakah minta orang lain berubah? Atau hanya ingin Tuhan saja?
Markus 10:51 (TB) Tanya Yesus kepadanya: "Apa yang kaukehendaki supaya Aku perbuat bagimu?" Jawab orang buta itu: "Rabuni, supaya aku dapat melihat!"
Bartimeus hanya ingin melihat. Dan Dia melihat Yesus.
Sepertinya aku juga perlu disembuhkan. Supaya bisa melihat Yesus di tengah semua hal yang terasa gelap, sulit, berat. Supaya aku sungguh mengenal Dia.
Kebutuhan Bartimeus membawanya kepada Yesus Kristus. Semua kesulitan hidup yang aku alami sekarang, aku bisa bawa kepada Tuhan. Dia sedang menyembuhkanku. Dia sedang memulihkanku. Semua lewat proses.
Markus 10:52 (TB) Lalu kata Yesus kepadanya: "Pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau!" Pada saat itu juga melihatlah ia, lalu ia mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya.
Dengan iman aku akan selamat dan berhasil melalui hari-hari, bulan-bulan, bahkan tahun-tahun yang sulit. Pada saat itu aku juga bisa melihat Yesus dan mengikuti Dia.
Comments
Post a Comment