Posts

Move On! He's near!

Barusan cek blog stats, ternyata tulisanku Melupakan Mantan Pacar masih jadi first top popular entry. It shows me that a lot of broken heart people were looking for an answer for their struggle and somehow came to my blog. I've been thankful to know how it could bless others. However, sebenarnya aku belum 100% pulih dari patah hati karena kehilangan Papa. Dulu aku pikir, putus dengan pacar adalah patah hati terberat. Tapi ternyata tidak. Berkali-kali aku mengira sudah pulih. Tahun ini misalnya, aku nggak lagi nangis dan berduka seharian pada hari peringatan kematian Papa. Tapi saat konseling.... baru ketahuan kalau patah hati belum kelar. Sudah 4 tahun berlalu sejak Papa dipanggil pulang oleh Bapa di surga. Namun sulit sekali untuk move on. No one can help, no one can comfort. However, Jesus has been my answer. Nggak ada itu ceritanya aku berdoa lalu Tuhan langsung menjawab. Dia tidak menjawab seperti yang aku harapkan. Namun seperti kata Firman-Nya, Dia selalu dekat. ...

Because He lives... I will keep on writing!

One of my favorite's homework during the school-years was writing. As for me, writing is easy. It is as easy as talk directly to someone. However, I could not deny the fact that the ability to write is a gift from the Lord. It might be easy for me, but not for others. All of us receive different gifts and talents from the Lord, according to His plan and calling in our lives.

Cry out and let Him delivers us

These past few days I have been struggling as a new regulation comes up. The teachers dorm where I have been staying for these past few years will be alvailable only for new teachers. It means the other teachers have to move out. It is very challenging for my fellow teachers and me. We've been comfortable with the cheap price and facilites we get. Now we have to find other place to stay, move a little far away, even pay more expensive for our room. Thankfully, The Lord is good. I write this not because I got a nice and cheap room but because He is. I have been reading the book of Psalm and get strengthen by The Word, especially when I read on Psalm 107. This chapter begins with a praise for The Lord is good. Then, from verse 4-9... Some wandered in desert wastelands, finding no way to a city where they could settle. They were hungry and thirsty, and their lives ebbed away. Then they cried out to the LORD in their trouble, and he delivered them from their distress. He l...

Upah Kasih dan Ketaatan

Menjelang akhir tahun 2016 lalu, Firman Tuhan terus menerus mengingatkan saya untuk menunjukkan kasih dengan memberikan uang. Di gereja dan komsel, kami sempat membahas hal ini. Bahkan dalam Saat Teduh pribadi, hal ini pun muncul. Selama ini saya sudah setia memberikan perpuluhan dan persembahan, jadi saya merasa bahwa Tuhan ingin saya melakukan pemberian uang kepada orang lain juga. Saya sudah berikan kepada Tuhan, sekarang tiba waktunya untuk memberi bagi sesama juga. Tapi kepada siapa, bagaimana, dan berapa jumlahnya, itu yang perlu dipergumulkan. Jadi saya berdoa supaya bisa meresponi Firman Tuhan dengan taat. Tadinya saya pikir, mungkin Tuhan mau saya memberi uang untuk orang miskin di luar sana, entah siapa dan di mana. Namun ternyata sekalipun itu menyenangkan hati Tuhan, ada hal lain yang lebih utama daripada memberi uang untuk menolong orang miskin.

Beasiswa 100%

Bila Saudara mengenal anak2 muda yg terpanggil utk melayani Tuhan sebagai guru, perawat, psikolog, maka ada kabar baik untuk mereka. UPH Karawaci memberikan beasiswa penuh (100% bebas SPP, tinggal di asrama dan 3x makan sehari) untuk tiga fakultas: keguruan, keperawatan dan psikologi. Ini merupakan program S1. Pendaftaran sudah dimulai pada bulan september ini Untuk Faculty of Nursing bisa hub Ibu Marshella/Irianti/Lesa. Tlp 021-54210130 Untuk Teachers College bisa hub 021-5460901 ext 2231-2232 Untuk jurusan Psikologi bisa SMS ke 082231782695 Kita doakan kiranya Tuhan panggil lebih banyak lagi anak2 muda yg mengasihi Tuhan dan mau melayani dengan segenap hati.

Tuhan Sandaran Keluargaku

Dua minggu terakhir benar-benar merupakan minggu kemenangan bagi kami sekeluarga. Setelah 3 tahun bergumul, akhirnya adikku lulus kuliah dan mendapatkan pekerjaan sebagai seorang IT administrator di sebuah perusahaan swasta di Surabaya. Tahun 2013 setelah Papa meninggal dunia, kami benar-benar bergumul dan berjuang supaya adikku bisa lanjut kuliah sampai meraih gelar sarjana. Secara finansial sangat mustahil bagi kami untuk membayar biaya kuliahnya sampai selesai. Bahkan beberapa orang mengatakan kalimat-kalimat yang mematahkan semangat, tetapi kami beriman bahwa Tuhan akan menjadi Bapa kami yang setia. Hari ini saya bisa saksikan, bahwa kami menang!

Menyambut anak, menyambut Tuhan

Seminggu terakhir saya merasa kewalahan menghadapi beberapa siswa yang tidak fokus dan tidak taat di kelas. Jadi saya membawa mereka ke dalam doa. Bukan hanya mereka, melainkan juga diri saya sendiri. Rasanya sulit untuk bersabar, bahkan sudah habis akal untuk membuat mereka fokus mengikuti kegiatan pembelajaran di kelas. Saya tidak menyangka, Tuhan memakai tantangan ini untuk menegur kehidupan rohani saya secara pribadi. Belakangan ini begitu sering saya menjadi tidak fokus kepada Tuhan dan apa yang Dia ingin untuk saya lakukan. Ada banyak hal yang saya pikirkan dan kerjakan, yang lebih menyita perhatian. Namun Tuhan sangat sabar dan tetap menuntun saya untuk mengarahkan diri kepada-Nya. Dia menegur saya dengan lembut, tapi tegas. Saya merasa bersyukur dan dengan rela hati mau belajar untuk fokus, karena saya tahu bahwa Dia mengasihi saya. Demikian juga dengan beberapa anak-anak balita di kelas saya. Seringkali mereka lebih suka sibuk sendiri dan melakukan hal-hal yang mereka sukai ...