Posts

Thanksgiving Thursday: Broken Handphone

Ucapan syukur tidak hanya diucapkan saat hidup kita diberkati dan baik2 saja, namun juga harus diucapkan saat sesuatu yang tidak menyenangkan terjadi. Ingat, Allah turut bekerja dalam segala perkara! Mau tahu kisah2 Thanksgiving Thursday yang lain? Atau mau join juga menuliskan Thanksgiving Thursday? Klik di sini. This is my story....... Selasa malam lalu saat lagi on the way ke apartemen dorm parents, aku lihat ada kilat dan angin cukup kencang. Jadi aku pikir mendingan matiin hp dulu sementara. Beberapa menit kemudian aku nyalain lagi gak ada sinyal sama sekali. Si April nyaranin supaya direstart aja. Oke, aku restart deh. Gak cukup sekali dua kali, namun beberapa kali tetep gak ada sinyal. Nyampe di apartemen dorm parents, aku lihat ada sinyalnya. Lega deh.... Pulang dari apartemen, aku cek hp lagi, gak ada sinyal lagi. Padahal temen2 yang pake provider seluler yang sama tuh sinyalnya penuh dan baik2 aja. Jadi bingung kenapa nih hp jadi error gini. Malemnya, aku agak susah...

Are You Blessed?

If you woke up this morning with more health than illness.......... you are more blessed than the million who will not survive this week.   If you have never experienced the danger of battle, the loneliness of imprisonment, the agony of torture, or the pangs of starvation....... you are ahead of 500 million people in the world.   If you have food in the refrigerator, clothes on your back, a roof overhead and a place to sleep... you are richer than 75% of this world.   If you have money in the bank, in your wallet, and spare change in a dish someplace....... you are among the top 8% of the world's wealthy.   If your parents are still alive and still married........ you are very rare, even in the United States.   If you hold up your head with a smile on your face and are truly thankful..... you are blessed because the majority can, but most do not.   If you prayed yesterday and today........ you are in the minority because you believe Go...

Bagi Allah ini serius dan mendesak

by  Kenia Oktavianie  on Tuesday, October 11, 2011 at 9:27am " Karya terbesar dalam hidupku, pengorbananMu yang slamatkankanku, Engkaulah harta yang tak ternilai, yang kumiliki dan kuhargai. Yesus Engkau kukagumi " Sepenggal lirik yang sederhana namun begitu mendarat sayup terdengar dalam keributan bus kota. Dibawakan bukan oleh seorang worship leader di gereja, tidak dengan suara yang indah, tidak dengan penghayatan yang mendalam, atau dengan improvisasi nada yang baik. Hanya dengan sebuah gitar biasa, dengan kunci- kunci yang sedikit tidak pas,dan dengan suara yang sumbang. Dia menyanyikannya, seorang pengamen biasa di tengah keributan bus kota. Mungkin memang bukan hal yang luar biasa mendengar seorang pengamen menyanyikan lagu "gereja" dalam bus kota. Beberapa pengamen lain pun sering melakukannya, berharap mendapat lebih banyak uang dari pendengarnya. Namun bagiku, hari itu tidak biasa. Hari itu Rabu, bukan Minggu dimana umat Kristen mungkin pergi untuk ber...

Pray for My Lecturer

Image
Care group pagi ini jadi ajang curhat mengenai seorang dosen. Sebut saja Ibu Syeba (bukan nama sebenarnya, cuma tadi pagi aku baca kalo Ratu Syeba mengunjungi istana Salomo.. hehee..). Sejak semester 3 sampe sekarang selalu kebagian kelas beliau. Entah kenapa, Ibu Syeba dan kami gak pernah nyambung satu sama lain. Ekspektasi dosen sama mahasiswa gak pernah sejalan. Goal dari mata kuliah Ibu Syeba gak pernah jelas bagi kami. Konten yang dia ajarkan juga rasanya ngaco dan terkesan beliau tidak menguasai konten. Bahkan seorang senior kami menemukan bahwa bahan presentasi beliau itu sama dengan power point presentation yang ada di internet! Assessment dia juga kelihatan ngaco banget. Seorang teman terpaksa ngulang sebuah mata kuliah gara2 dia keliru masukin nilai. Cara ngajar dia juga bikin kami ilfeel. Kenapa kami sangat mempermasalahkan cara ngajar dia? Karena kami mahasiswa keguruan! Dosen adalah role model kami! Jadi cara ngajar dia sangat penting bagi kami. Aku gak mau jelasin lebih...

Thanksgiving Thursday: Broken Heart is a Grace!

Image
Semalem abis pulang dari Life Group, aku dateng ke kamar seorang sahabat yang lagi sedih. Aku sudah doain dia selama 3 minggu terakhir mengenai pergumulan dia sama cowoknya. Beberapa kali dia curhat, baru kemarin aku lihat dia bener2 sedih sampe nanya ke Tuhan, "Why these bad things happen to me? Are you good, God?" Apa yang sahabatku alami jelas berbeda dengan pengalamanku 2 tahun lalu ketika aku bergumul mengenai hubunganku dengan si ex, namun ada keserupaan. Saat itu aku masih semester 1 dan beberapa kali merasa kalo Tuhan memperhadapkan kepadaku 2 pilihan: Tuhan atau cowokku. Tuhan sepertinya bilang kalo aku gak bisa pilih salah dua2nya, harus salah satu. Itu bener2 berat banget. I was ignoring God's challenge that time. Sampe akhirnya Desember 2009 aku pulang ke Surabaya dan ketemu dia lalu menyadari mengapa Tuhan memperhadapkan padaku 2 pillihan: Tuhan atau cowokku dan gak bisa pilih dua2nya. Kalo pilih Tuhan berarti kehilangan dia, dan pilih dia berarti kehilanga...

Seorang Ayah yang Baik Mencerminkan Sifat Bapa di Surga

Image
Beberapa hari lalu aku baca di blog-nya  Ce Shinta , tulisan dia yang judulnya " Mencari Ayah yang Baik untuk Anak-anakku ". Tulisan ini membuat aku berpikir bahwa seorang ayah memiliki peran penting dalam kehidupan anak-anaknya. Oleh sebab itu, penting bagi gadis2 muda agar nggak sekedar nyari cowok yang nyantol di hati, namun sungguh2 memikirkan dan mencari seorang ayah yang baik bagi anak2nya kelak. Menurutku, seorang ayah yang baik haruslah mencerminkan sifat Bapa di surga. Bagaimana seorang anak bisa menerima kasih Bapa jika ia tidak lebih dulu menerima kasih dari ayahnya? Pengenalan seseorang akan Bapa di surga juga sangat dipengaruhi dengan bagaimana ia mengenal ayahnya. Contoh nyata: Aku mengenal Bapa di surga sebagai Allah yang memelihara dan menyediakan segala sesuatu. Inilah caraku menggambarkan siapa Bapa. Memang benar bahwa Alkitab menyebutkan bahwa Bapa di surga senantiasa memelihara kita (baca Matius 6). Tapi aku belajar sifat Bapa yang satu ini justru d...

What If - Jadon Lavik

Image
My English lecture shared this song in the classroom: