Wednesday, February 8, 2012

Ketika Dukaku Menjadi Tempat Kudus-Mu

Beberapa hari lalu seorang sahabat curhat mengenai mantannya. Curhatannya mengingatkanku pada apa yang kualami tahun 2010.

Tepat seminggu sebelum Youth Camp 2010, saat lagi online mantanku menyapa via YM. Awalnya dia nanyain kabar, nanya-nanya aku sudah ada pacar belum. Dan akhirnya dia mengatakan dengan dengan gembira bahwa dia sudah punya pacar! Dia bahkan mengirimkan foto pacar barunya! How dare him!

Walaupun saat itu balasan chat-ku di YM kelihatan biasa dan tenang-tenang aja, sebenarnya aku mengetik dengan tangan gemetar dan mata yang basah. Hatiku hancur sekali lagi. Huuuuuuaaaaaaaaaaaaaa...... Waktu itu rasanya duniaku berakhir. Badanku sampe lemeeeeeeeessss.... Nggak tahu harus gimana lagi....


Besoknya aku mencoba menjalani hari seperti biasa. Kayak nggak terjadi apa-apa. Tapi tidak bisa. Kali ini aku lebih terluka. Apalagi saat aku baca di Facebook ada komentar-komentar antara si ex sama temennya. Temennya si ex bilang kalo dia penasaran banget pengen tahu gimana reaksiku saat tahu kalo si ex sudah menggandeng cewek lain. Kelihatan sekali dia pengen aku "tahu rasa". Nah, si ex menjawab kalo dia udah kasih tahu ke aku dengan sukses via YM. Aku jadi merasa bahwa si ex memang sengaja tidak menghargai perasaanku. Justru dia sangat mengharapkan aku sakit hati. Biar tau rasa! Salah sendiri mutusin cowok. Sekarang ya tanggung sendiri gimana sakitnya saat orang yang kamu cintai mencintai orang lain.

Huuuuuuuuuuuuaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa! Luka hatiku rasanya semakin mendalam.
Aku merasa tidak siap untuk Youth Camp. Gimana aku mau jadi mentor dengan keadaan kayak gini???Gimana kalau mentee-mentee-ku ternyata juga menghadapi pergumulan yang sama??? Aku mau bilang apa??? Hatiku aja babak belur!!

Saat itu aku ingat si Kenia bilang bahwa justru saat-saat seperti ini bisa menjadi alasan untuk bangkit. Aku lupa persisnya dia ngomong apa, tapi intinya yang aku tangkep saat itu adalah bahwa para mentee biasanya belajar dengan melihat bagaimana mentornya bangkit pada saat-saat sulit. Duh, susahnya!

Only by His grace, akhirnya justru aku bisa menghibur salah satu mentee-ku yang saat Youth Camp sempat nangis karena dia juga baru patah hati. Yang menakjubkan, aku gak ikutan nangis karena merasa senasib! Hehehe... (sekarang aja bisa hehehe...)

Somehow, aku jadi menyadari bahwa saat aku menangis karena terluka, sebenarnya Tuhan juga terluka.
Orang yang Ia kasihi terluka.... Bapa yang di surga turut merasakan kesedihanku. Bahkan jauh lebih mendalam dari apa yang kurasakan.

Tuhan begitu cintaaaaaaaaaaa pada dirimu dan aku. Diberikannya Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal. Tapi apa yang Tuhan dapatkan?
ucapan syukur?
balasan kasih?
penyerahan dan penundukan diri?

Orang-orang yang Dia kasihi tidak mengasihi-Nya, bahkan menolak-Nya.
Orang-orang yang mengaku Kristen tidak dengan sungguh-sungguh mengasihi-Nya. Atau mungkin hanya mengasihi sebatas lip service?
Katanya, "ku mau cinta Yesus selamanya...."
Tapi Saat Teduh bolong-bolong. Alasannya nggak sempat. Padahal chatting dan Facebookan berjam-jam masih bisa.
Doa juga jarang-jarang. Alasannya kalo pagi bangunnya buru-buru, kalo malem mau tidur udah kecapekan. Padahal secapek apapun tiap malem sebelum tidur masih sempat tuh SMS bahkan telpon2an sama si ehem-ehem sampe ketiduran
Bible study apalagi, mana sempat!
Mengasihi Tuhan cukup 2 jam seminggu saat ibadah di Gereja! Yang penting sudah setor muka, sudah kasih persembahan, sudah ngaku emang ada dosa, sudah dengerin Firman sambil ngangguk-ngangguk, dan sudah say "Amin" atas semua berkat. Selesai lah sudah. Mau makan di mana abis pulang Gereja?



Aku bersyukur untuk saat-saat seperti itu dalam hidupku. Entah sebelum atau sesudah kejadian itu (lupa nih!)  aku baca buku karangan Pdt. Yohan Candawasa yang berjudul Dukaku Tempat Kudus-Mu. Bukunya ada di perpustakaan di kampus. Sama seperti judulnya yang menarik dan menyentuh hati, isinya juga sangat memberkati! Justru masa-masa broken heart seperti yang kualami bisa menjadi tempat kudus Tuhan! WOW!
Dan memang kenyataannya saat-saat seperti itu aku bisa mengenal Tuhan lebih dalam dengan menjadikan dukaku sebagai tempat kudus-Nya.

Aku jadi tahu betapa besaaaaaaaaaaaaaarrrrrrr kasih Allah itu atas dunia ini! Atas orang-orang yang berdosa. Betapa panjaaaaaaaaaaaaaang dan lebaaaaaaaaaaaaaaaaaarrr dan tinggiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii dan dalaaaaaaaaaaaaaaaam kasih Kristus itu! Betapa Dia rindu agar setiap orang hidup di dalam kasih-Nya, menikmati secara utuh kasih Allah dengan sepenuhnya!
Yang paling penting, aku tahu bahwa Tuhan bertahta atas dukaku. Ia telah menjadikan dukaku sebagai tempat kudus-Nya. Ketika orang lain berduka, hatiku siap menerima dan mendoakan mereka.

Saat aku menggandeng tangan sahabatku dan mendoakannya, aku berkata, "Tuhan, tolong supaya dukanya bisa menjadi tempat kudus-Mu." Aku rindu suatu hari nanti boleh melihat hati sahabatku ini menerima dan mendoakan gadis-gadis lain yang broken heart juga.

Hai, my blog-readers... Sedang berduka juga? Bersyukurlah! Sebab Allah mau memakai dukamu sebagai tempat kudus-Nya! Undang Dia untuk hadir dan bertahta di atas dukamu dan bersukacitalah! \(^-^)/

Tuhan itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya. (Mazmur 34:19)

5 comments:

lusiana pangaribuan said...

Suka sekali dengan tulisan2mu Noviii ^o^ apalagi yang ini....
Oh yaa, salam kenal yaaa :)
Jadi keingat Tuhan juga memakai duka ku utk jd tempat kudusNyaa...hahaa....
sakit awww dilebur untuk dibentuk dalam berbagai proses....
Hehee.....

Novi Kurniadi said...

Thank you, Lusiana :)
Salam kenal juga :)

Deluvu said...

Wah...aku baru baca tulisanmu nih. Sangat memberkati...Rasanya pengen belajar banyak dari kamu. Thanks ya untuk tulisannya

Meilisa Soehendra said...

duh ceeee, aku udah baca2 hampir mau semua postingan di blogmu krn isinya bagus2 bgtttt dan postingan ini bikin aku gregetan banget! kejem bgt deh mantanmu itu :( tp semoga Tuhan memberikan laki2 yg lebih baik lagi bwt ce Novi yaaa :D semangatt!

Novi Kurniadi said...

Thank you.. thank you :)

Post a Comment