Thursday, September 21, 2017

My Mom's Dream and Mine

Beberapa waktu lalu aku sempat menuliskan kisah tentang pergumulanku mempersiapkan acara pertunangan. Sebenarnya persiapannya cukup simple, karena acara kami sederhana. Namun yang membuat saya bergumul setengah mati adalah karena Mama punya keinginan yang kuat, dan saya mati-matian menolaknya. Silakan klik di sini untuk baca keseluruhan kisahnya ya.

Saya rasa pada umumnya banyak kok yang mengalami hal seperti ini. Di satu sisi ada impian dan keinginan pribadi yang ingin diwujudkan di hari bahagia, di sisi lain ada kehendak orang tua yang sepertinya mau nggak mau harus diikuti.

However, I am so thankful to experience this.
Bisa berdebat dengan Mama juga merupakan suatu berkat tersendiri. Itu membuktikan kedekatan kami juga, sehingga kami berdua bebas menyatakan pendapat dan perasaan masing-masing. Moreover, what was happened does not set us apart. Instead, we get closer as a mother and a daughter. Bukan karena saya cukup dewasa, melainkan karena kasih setia Tuhan dalam hidup kami sekeluarga.

I pray that God may bless your relationship with your parents as well! Gbu....

Saturday, August 26, 2017

Move On! He's near!

Barusan cek blog stats, ternyata tulisanku Melupakan Mantan Pacar masih jadi first top popular entry. It shows me that a lot of broken heart people were looking for an answer for their struggle and somehow came to my blog. I've been thankful to know how it could bless others.

However, sebenarnya aku belum 100% pulih dari patah hati karena kehilangan Papa.

Dulu aku pikir, putus dengan pacar adalah patah hati terberat. Tapi ternyata tidak.

Berkali-kali aku mengira sudah pulih. Tahun ini misalnya, aku nggak lagi nangis dan berduka seharian pada hari peringatan kematian Papa. Tapi saat konseling.... baru ketahuan kalau patah hati belum kelar.

Sudah 4 tahun berlalu sejak Papa dipanggil pulang oleh Bapa di surga. Namun sulit sekali untuk move on. No one can help, no one can comfort. However, Jesus has been my answer.

Nggak ada itu ceritanya aku berdoa lalu Tuhan langsung menjawab. Dia tidak menjawab seperti yang aku harapkan. Namun seperti kata Firman-Nya, Dia selalu dekat.

Mazmur 34:18 (TB)  (34-19) TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya.

Tuhan selalu dekat. Seringkali aku-lah yang menjauh. Makin stres, makin terpuruk, makin menjauh.... lalu makin berdosa juga jadinya, makin remuk jiwa ini..... tetapi Dia selalu dekat. Kalau bukan Tuhan yang menyelamatkan, entah bagaimana nasib kita yang patah hati ini.

Bisa berdiri dengan berlinang air mata jauh lebih baik daripada binasa karena dukacita. Namun tanpa Tuhan, bagaimana kita akan pulih?

Hanya Sang Pencipta yang sanggup memulihkan hati yang patah dan jiwa yang remuk. Kalau Dia sudah begitu dekat, what can we ask for more? Just let Him heals. Let Him be the answer.

Berdoalah dan bangun untuk move on lagi dan lagi! Bukankah Dia telah mempersiapkan pekerjaan baik untuk kita kerjakan? Ia mau supaya kita hidup di dalam-Nya. Bukan di dalam keremukan atau bayang-bayang masa lalu.

Let's move on! He's near!

Thursday, August 17, 2017

Because He lives... I will keep on writing!

One of my favorite's homework during the school-years was writing. As for me, writing is easy. It is as easy as talk directly to someone. However, I could not deny the fact that the ability to write is a gift from the Lord. It might be easy for me, but not for others. All of us receive different gifts and talents from the Lord, according to His plan and calling in our lives.

Monday, March 27, 2017

Cry out and let Him delivers us

These past few days I have been struggling as a new regulation comes up. The teachers dorm where I have been staying for these past few years will be alvailable only for new teachers. It means the other teachers have to move out.

It is very challenging for my fellow teachers and me. We've been comfortable with the cheap price and facilites we get. Now we have to find other place to stay, move a little far away, even pay more expensive for our room.

Thankfully, The Lord is good.
I write this not because I got a nice and cheap room but because He is.

I have been reading the book of Psalm and get strengthen by The Word, especially when I read on Psalm 107. This chapter begins with a praise for The Lord is good.

Then, from verse 4-9...

Some wandered in desert wastelands, finding no way to a city where they could settle. They were hungry and thirsty, and their lives ebbed away. Then they cried out to the LORD in their trouble, and he delivered them from their distress. He led them by a straight way to a city where they could settle. Let them give thanks to the LORD for his unfailing love and his wonderful deeds for men, for he satisfies the thirsty and fills the hungry with good things.

Sounds like my experiment, right?
When I was reading Psalm 107, I found other verses mentioned that they cried out to the LORD in their trouble, and he delivered them from their distress. I felt relieved when I read it.

I was in trouble, but after reading the Word, I convicted to cry out to the LORD. I hope that he will deliver me from my distress.

When I write this, I still do not know where to move. However, I don't worry anymore about where I will live for the next academic year. I know I can trust Him as I consider His great love. If animals could get their place to stay, how much more am I, whom He has redeemed?

Let us cry to the LORD in our distress and let Him delivers us.

Thursday, March 16, 2017

Upah Kasih dan Ketaatan

Menjelang akhir tahun 2016 lalu, Firman Tuhan terus menerus mengingatkan saya untuk menunjukkan kasih dengan memberikan uang. Di gereja dan komsel, kami sempat membahas hal ini. Bahkan dalam Saat Teduh pribadi, hal ini pun muncul. Selama ini saya sudah setia memberikan perpuluhan dan persembahan, jadi saya merasa bahwa Tuhan ingin saya melakukan pemberian uang kepada orang lain juga. Saya sudah berikan kepada Tuhan, sekarang tiba waktunya untuk memberi bagi sesama juga. Tapi kepada siapa, bagaimana, dan berapa jumlahnya, itu yang perlu dipergumulkan. Jadi saya berdoa supaya bisa meresponi Firman Tuhan dengan taat. Tadinya saya pikir, mungkin Tuhan mau saya memberi uang untuk orang miskin di luar sana, entah siapa dan di mana. Namun ternyata sekalipun itu menyenangkan hati Tuhan, ada hal lain yang lebih utama daripada memberi uang untuk menolong orang miskin.

Monday, September 12, 2016

Beasiswa 100%

Bila Saudara mengenal anak2 muda yg terpanggil utk melayani Tuhan sebagai guru, perawat, psikolog, maka ada kabar baik untuk mereka.
UPH Karawaci memberikan beasiswa penuh (100% bebas SPP, tinggal di asrama dan 3x makan sehari) untuk tiga fakultas: keguruan, keperawatan dan psikologi.
Ini merupakan program S1.

Pendaftaran sudah dimulai pada bulan september ini

Untuk Faculty of Nursing bisa hub Ibu Marshella/Irianti/Lesa. Tlp 021-54210130

Untuk Teachers College bisa hub 021-5460901 ext 2231-2232

Untuk jurusan Psikologi bisa SMS ke 082231782695

Kita doakan kiranya Tuhan panggil lebih banyak lagi anak2 muda yg mengasihi Tuhan dan mau melayani dengan segenap hati.

Friday, September 9, 2016

Tuhan Sandaran Keluargaku


Dua minggu terakhir benar-benar merupakan minggu kemenangan bagi kami sekeluarga. Setelah 3 tahun bergumul, akhirnya adikku lulus kuliah dan mendapatkan pekerjaan sebagai seorang IT administrator di sebuah perusahaan swasta di Surabaya.

Tahun 2013 setelah Papa meninggal dunia, kami benar-benar bergumul dan berjuang supaya adikku bisa lanjut kuliah sampai meraih gelar sarjana. Secara finansial sangat mustahil bagi kami untuk membayar biaya kuliahnya sampai selesai. Bahkan beberapa orang mengatakan kalimat-kalimat yang mematahkan semangat, tetapi kami beriman bahwa Tuhan akan menjadi Bapa kami yang setia. Hari ini saya bisa saksikan, bahwa kami menang!

Saturday, September 3, 2016

Menyambut anak, menyambut Tuhan

Seminggu terakhir saya merasa kewalahan menghadapi beberapa siswa yang tidak fokus dan tidak taat di kelas. Jadi saya membawa mereka ke dalam doa. Bukan hanya mereka, melainkan juga diri saya sendiri. Rasanya sulit untuk bersabar, bahkan sudah habis akal untuk membuat mereka fokus mengikuti kegiatan pembelajaran di kelas. Saya tidak menyangka, Tuhan memakai tantangan ini untuk menegur kehidupan rohani saya secara pribadi.

Belakangan ini begitu sering saya menjadi tidak fokus kepada Tuhan dan apa yang Dia ingin untuk saya lakukan. Ada banyak hal yang saya pikirkan dan kerjakan, yang lebih menyita perhatian. Namun Tuhan sangat sabar dan tetap menuntun saya untuk mengarahkan diri kepada-Nya. Dia menegur saya dengan lembut, tapi tegas. Saya merasa bersyukur dan dengan rela hati mau belajar untuk fokus, karena saya tahu bahwa Dia mengasihi saya.

Demikian juga dengan beberapa anak-anak balita di kelas saya. Seringkali mereka lebih suka sibuk sendiri dan melakukan hal-hal yang mereka sukai daripada memperhatikan gurunya mengajar, apalagi melakukan apa yang saya minta. Namun Tuhan ingin supaya saya menjadi guru yang seperti Kristus, sangat sabar dan konsisten menuntun anak-anak untuk bisa fokus dan taat. Tuhan ingin supaya  saya menegur mereka dengan lembut, tapi tegas sehingga mereka mau fokus dan taat. Yang lebih penting lagi, mereka butuh merasakan kasih Tuhan dari guru kelasnya.

Saya ingat suatu hari murid-murid Tuhan Yesus mempertengkarkan siapakah yang terbesar di antara mereka. Saat itu mereka tidak fokus pada kemuliaan Tuhan, sebaliknya mereka fokus pada diri sendiri. Lalu Tuhan Yesus menempatkan seorang anak kecil di tengah-tengah mereka dan berkata,

Lukas 9:48 (TB) 
"Barangsiapa menyambut anak ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku; dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia, yang mengutus Aku. Karena yang terkecil di antara kamu sekalian, dialah yang terbesar."

Tidak ada yang lebih mulia dan lebih pantas untuk mendapatkan perhatian utama selain daripada Kristus. Namun melalui mereka yang kecil, tidak fokus, bahkan tidak taat, Tuhan mengajar saya untuk fokus mencari kemuliaan Tuhan, bukan diri saya sendiri. Saya tidak perlu lagi merasa terganggu, bahkan marah jika anak-anak ini tidak memperhatikan saya. Di dalam anugerah Tuhan, tidak penting lagi bagi saya untuk terlihat sebagai guru yang professional. Jauh lebih penting bagi Tuhan agar saya menyambut dengan kasih setiap anak kecil ini seperti saya menyambut Kristus. Dengan demikian mereka dapat melihat Kristus melalui saya dan Dia boleh dimuliakan.

Saturday, August 6, 2016

Kamu telah melakukannya juga untuk Aku

Pertolongan Tuhan memang tidak pernah terduga. Cara-Nya selalu ajaib. Bulan Juli lalu saya merasakan pertolongan-Nya melalui orang-orang asing, yang bahkan tidak saya kenal sama sekali. Sepintas kalau diingat bagaimana kami bertemu, orang akan bilang bahwa itu hanya kebetulan. Tapi saya percaya tidak ada yang kebetulan. Tuhan benar-benar bekerja di dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi orang-orang yang mengasihi Dia. Sekalipun kasih saya kepada Tuhan begitu sederhana dan dangkal, sejauh langit dari bumi demikianlah kasih Tuhan.

Friday, June 24, 2016

Three Years Later

If my life is a movie or drama, perhaps it should be written "three years later" after the scene of my dad's funeral. However, what happened during these past three years are too meaningful to be skipped. We have been struggling, praying, working, crying, hoping... and The Lord never leaves us on our own. He was, is and will always be with us.

About a week ago, our family thanked The Lord that finally my brother has done his thesis. He was able to be accountable for his final project, even now is working on the revision and prepare for an exhibition. He said that not everyone is asked to do the exhibition. It's only for those who have done very well. Somehow he is sure that he might got an A. Well, praise The Lord! :) If things go as planned and The Lord makes everything go smoothly, my brother will have his graduation ceremony this August and soon will get his first job as an IT engineer.

As for me, I also never imagined that The Lord wants to entrust me more responsibility this year. It's really an honour for me to take a step forward. Starting from July, I will be the Team Leader in my department. Also, after three years teaching in K3, now I will teach younger children in K2. What a challenge! However, I feel excited to see what will happen next.

This year my mom will turn to be 60 years old. I'm thankful that she remains healthy. Although she has a lot in her mind, now she leans more on The Lord and fully surrender to Him. I can say that she lives a content-life. Now she is busy thinking of marry me off and how well my brother will have his first job.

Looking back to the days we have been through, we know for sure that those days were not easy at all. We were not strong, but our Defender was and is strong. Everything we have and reach today is only by His grace. If people see our life turns to be better today, all credits belong to Him, whom we praise in the name of Jesus Christ.

Life is still going on. I want to see and testify The Lord's faithfulness until the end. May He be praised!