Posts

When I say that I love my students....

Capek. Satu kata ini bisa cukup, bahkan terkadang kurang tepat untuk menggambarkan dengan jelas apa yang aku rasakan pada awal tahun ajaran ini. Awal tahun ajaran memang penuh tantangan. Tadinya aku cukup optimis dan berani menghadapi tahun ajaran ini, namun setelah 6 hari sekolah, aku tahu bahwa tahun ini tantangannya lebih berat. Kata 'capek' saja tidak cukup untuk menggambarkan betapa sakitnya tubuhku dipukuli dan ditendang (sebut saja) Bennett. Hampir setiap kali ditegur, Bennett marah dan memukul. 6 hari berturut-turut aku dipukuli. Aku harus berkali-kali bilang, " Bennett, stop! Tidak pukul-pukul Miss Novi lagi! Miss Novi juga tidak pukul Bennett, kan? " Di satu sisi kalimat ini untuk menghentikan kebiasaan Bennett yang suka memukul. Di sisi lain untuk mengingatkan diri sendiri bahwa apapun yang terjadi, Miss Novi tidak akan memukul Bennett. Tidak sama sekali.

Membesarkan anak di dalam Tuhan

Sebagai orang yang belum banyak berpengalaman di bidang dunia pendidikan, mestinya saya belum pantas berkomentar banyak mengenai bagaimana seharusnya orang tua membesarkan anak di dalam Tuhan. Namun pengalaman setahun terakhir menjadi guru adalah pengalaman yang berharga. Di akhir tahun ajaran ini justru saya melihat betapa SANGAT PENTING untuk membesarkan anak di dalam Tuhan. Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanyapun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu. (Amsal 22:6 )

Tuhan yang Memberi Pertumbuhan

Image
Tahun ajaran 2013/2014 sudah hampir berakhir. Report card anak-anak sudah harus siap. Bahkan komentar naratif-nya sudah jadi. Tahun pertamaku mengajar hampir selesai. Kalau dipikir-pikir lagi, selama setahun terakhir, apa yang sudah anak-anak pelajari? Bagaimana mereka bertumbuh di kelasku? Sejujurnya, aku nggak merasa berjasa besar. Alasan pertama, aku merasa masih banyak sekali kekurangan. Sebagai fresh graduate teacher , setiap hari adalah hari pertama dan pengalaman pertama mengajar. Sampai hari ini kadang-kadang aku masih bertanya-tanya dengan tidak mengerti, misalnya mengapa tiba-tiba seorang anak menangis di kelas atau bagaimana mengajarkan suatu materi pelajaran yang baru. Alasan kedua, anak-anak TK zaman sekarang sudah pinter-pinter. Setiap hari rajin les calistung plus bahasa Inggris. Belajarnya juga sangat ketat dan intensif, nggak pake acara main-main seperti kegiatan belajar di sekolah. Dari 19 murid di kelas, aku cuma merasa berjasa sama satu orang anak. Dia nggak les ...

God Lists My Tears [In Memoriam of My Father: April 28, 2013 - April 28, 2014]

I thought these twelve months were enough to accept this lost. Although there was almost no tears for these last few months, I found myself was in a deep sorrow when the date turned to be April 28. So it was and is still hurt for me to lost my dad. Even I found myself could not stop to cry. Nothing and no one could help, just like in the song that the people sang a year ago to comfort us: Tak satupun dapat menghiburku Tak seorangpun dapat menolongku Hanya Yesus jawaban hidupku (No one could comfort me No one could help me Only Jesus, the answer of my life)

Set your heart on seeking the Lord

Few days ago, I read a story of King Rehoboam in the book of 2 Chronicles. Usually, King Rehoboam is not interesting for me, but this time I found something important that Christians usually forget.

God loves a cheerful giver

Image
Memasuki tanggal tua, rasanya pengeluaran harus diirit-irit, bahkan buat diri sendiri harus agak pelit. Hehehe... Sekarang setelah bekerja, aku jadi merasakan betapa tidak mudah untuk hidup mencukupkan diri dengan apa yang aku punya. Malah seringkali sudah dihemat sebaik mungkin, tetap rasanya kurang. Keluhan ini masih bisa diperpanjang dengan fakta bahwa sekarang Papa sudah meninggal, Titi masih kuliah, Mama tidak bekerja. Jadi rasanya wajar kalau aku jadi begitu pelit misalnya. Wajar kalau aku bahkan tidak berpikir sedikitpun untuk peduli pada orang-orang lain yang lebih miskin dan membutuhkan. Diri sendiri butuh kok. Keluargaku juga sangat butuh. Masa depanku juga jelas butuh biaya.

THIS EXPERIENCE MUST COME (Pengalaman Ini Pasti Datang)

Tulisan ini secara khusus diberikan pada saya oleh Diannita Dwi Pujiastuti Gazalie, saudari saya di dalam Tuhan. Merupakan suatu berkat bagi saya bisa mengenalnya secara pribadi selama 4 tahun masa kuliah. Melalui Diannita, saya melihat sosok seorang perempuan yang berdoa. Saat ini Diannita melayani sebagai guru di UPH College. Ia aktif melayani Tuhan dan suka menulis untuk berbagi berkat dengan orang-orang di sekelilingnya. Selamat membaca dan merasa terberkati. Kehidupan itu perlu dinamika. . . DINAMIKA adalah salah satu pelajaran yang menarik sewaktu SMA (dan sekarang juga). Dinamika membahas tentang mengapa suatu benda itu bergerak. Suatu benda yang memiliki massa (mass) bergerak karena pasti ada paksaan (force) yang bekerja. Ketika ia bergerak maka ia akan menghasilkan percepatan (acceleration) dan  mengalami perpindahan (displacement). Lalu Newton merumuskannya menjadi a= (∑▒F)/m