Friday, November 1, 2013

Blessed assurance

Sebelum terima gaji pertama, Mama berkali-kali memberikan nasihat untuk mengatur keuanganku. Pertama sih pastinya selalu dahulukan perpuluhan. Bagaimanapun juga Tuhan harus menjadi yang utama dan pertama dalam pengelolaan keuangan kita. Yang kedua, Mama juga sangat mendorongku untuk ikut asuransi. Baru sebulan ikut asuransi, aku sudah menuai manfaatnya.

Sebulan lalu, tepatnya 7-12 Oktober 2013, aku harus dirawat inap di rumah sakit karena tipes dan infeksi saluran pernapasan atas. Selama itu aku nggak perlu kuatir akan biaya rawat inapnya karena semua sudah ditanggung asuransi. Kalau dalam waktu 30 hari setelah keluar dari rumah sakit aku masih perlu kontrol ke dokter dan beli obat, itu juga ditanggung asuransi. Malah ada manfaat lebih karena ada unit asuransi yang menguntungkan. Jadi untuk setiap satu hari di RS tuh aku bisa klaim sejumlah uang. Kalau kata koko sepupuku yang juga agen asuransi sih, aku tuh cuan (untung) banyak. Hehe...

Setelah merasakan manfaatnya, aku jadi merasa kalau asuransi itu memang penting. Apalagi asuransi sekarang bukan cuma proteksi untuk sakit atau sekedar asuransi jiwa aja, tapi juga ada investasinya. Manfaatnya membuatku merasa terjamin.

Somehow, memberi perpuluhan itu seakan-akan seperti bayar premi asuransi sama Tuhan. Seakan-akan loh ya, tapi bukan berarti sama.

Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan. (Maleakhi 3:10)

Tuhan sudah menjamin kalau kita setia memberikan persepuluhan, kita akan selalu bisa menguji dan melihat bahwa Tuhan membukakan bagi kita tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat sampai berkelimpahan. Ada jaminan berkat yang akan Tuhan sediakan buat kita yang setia membawa persembahan persepuluhan.

Asuransi hanya bisa memberikan nilai manfaat sesuai dengan besarnya premi yang kita bayarkan. Makin besar premi-nya, makin besar pula nilai proteksi dan manfaat yang bisa kita dapatkan. Bagaimana kalau kita tidak membayar premi asuransi? Kalau nggak bayar, ntar nggak bisa keluar proteksinya... Namun Tuhan bukanlah pemilik perusahaan asuransi. Dia adalah Raja di atas segala raja. Tidak ada satupun di bawah kolong langit yang bukan milik-Nya! Dia bisa memberkati kita dengan apa yang tidak pernah dilihat mata, tidak pernah didengar telinga, dan juga tidak timbul di dalam hati. Artinya, Dia bisa memberikan lebih dari yang kita tahu dan bisa bayangkan. Tuhan memberkati bukan karena kita bayar atau tidak bayar perpuluhan. Tuhan memberikan perlindungan dan pemeliharaan dengan setia juga bukan karena kita rajin bayar perpuluhan. Dia itu Allah yang berkehendak. Jadi berkat Tuhan bukan tergantung dari siapa kita dan apa yang kita lakukan. Semua jaminan yang kita dapatkan dari Tuhan, murni karena kemurahan-Nya dan kesetiaan-Nya sekalipun kita tidak setia.

Jadi kita tidak perlu kuatir dan ragu. Juga tidak perlu takut akan kekurangan jika memberikan persepuluhan. Memberikan persepuluhan tidak membuatmu miskin, walaupun penghasilanmu kurang. Percayalah, bahwa Tuhan setia memegang janji-Nya. Jaminan yang Tuhan berikan melampaui batas-batas finansial.

Dengan gajiku sekarang, sejujurnya tidak masuk akal sama sekali kalau jumlah tersebut cukup untuk membiayai hidup keluargaku di Surabaya dan aku sendiri di Palembang. Malah kurang, mengingat adikku juga butuh biaya kuliah cukup besar. Simpanan uang yang kami punya pasca meninggalnya Papa juga sudah habis. Tapi aku menyaksikan betapa Tuhan dengan setia memelihara kami sekeluarga. Setiap kali aku berusaha menghitung, jujur aku pusing. Aku justru kebingungan karena melihat apa yang tadinya kupikir kurang, ternyata malah cukup.

Waktu Papa masih hidup, dia juga seringkali bersaksi tentang pergumulannya untuk tetap setia memberikan persepuluhan. Bukan pergumulan yang mudah, tapi dengan ketaatan kepada Tuhan, Papa berhasil melihat dan merasakan bagaimana Tuhan membuka tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat sampai berkelimpahan. Maksudnya berkat sampai berkelimpahan bukan berarti sekarang keluarga kami kaya raya, punya apartemen, helikopter, beli pulau... hellooooooo!! Nggak begitu ya. Maksudnya adalah kami bisa punya damai sejahtera tanpa kuatir akan hari esok sekalipun sedang kesulitan secara finansial. Kok bisa? Karena kami tahu dan kenal pemelihara hidup kami. Bukan duit, melainkan Tuhan. Selain itu kami bisa melihat kebutuhan kami satu per satu dijawab Tuhan dengan cara yang luar biasa. Kami tidak pernah kekurangan. Kalau nggak salah awal tahun 2011 atau 2012 lalu, Mama mencoba resolusi tahun baru menuliskan berkat-berkat yang keluarga kami terima dari Tuhan. Tahu bagaimana hasilnya? Hasilnya nggak sampai sebulan, Mama menyerah dan memutuskan untuk berhenti menulis karena katanya berkat yang Tuhan berikan itu terlampau banyak! Berkelimpahan.

Berkat bukan melulu soal uang. Aku ingat di khotbah Ps Kong Hee mengenai Tuhan dalam China purbakala (God in Ancient China) bahwa kata berkat dalam huruf mandarin adalah

 福/fu

Cara menulisnya dimulai dari garis di sebelah kiri yang kagak ada kotaknya itu. Nah itu namanya "shen zi pang".  Artinya Tuhan. Lalu di sebelah kanan, kita lihat paling atas ada garis ( ). Itu artinya satu. Di bawahnya ada kotak (口) yang artinya mulut. Trus ada kotak-kotak lagi kan di bawahnya, yang kayak jendela itu ternyata artinya taman. Inget nggak, zaman Adam dulu, Tuhan itu bicara (berfirman) sama Adam di Taman Eden. Ada suatu relasi/hubungan yang dekat antar Tuhan dan Adam. Jadi orang-orang China kuno bisa bikin tulisan kayak begitu karena mereka tahu bahwa berkat itu bukan soal uang dan materi. Seseorang diberkati jika ia mempunyai sebuah hubungan dengan Tuhan.

Dan berkat-berkat inilah yang keluargaku terima ketika kami setia memberikan persembahan persepuluhan! Ternyata memberikan persepuluhan itu bukan sekedar menuruti perintah Raja di atas segala raja, tetapi sebagai bentuk nyata kasih kita kepada Tuhan. Tidak peduli betapapun sulitnya kita bergumul dengan keuangan, biasanya kita akan selalu dengan rela keluar duit berapapun juga untuk orang yang kita kasihi. Secara pribadi aku juga belajar untuk memberi persepuluhan dengan rela karena mengasihi Tuhan. Aku mau belajar memberi persepuluhan bukan karena aku merasa duitnya masih cukup kok kalau dipotong 10% atau karena ya itu kan Firman Tuhan, mau gak mau harus dituruti. Iya sih, ini memang perintah Tuhan. Tapi jauh lebih indah dilakukan karena kasih kepada Tuhan.

Memberikan perpuluhan hanya bagian yang sangat kecil yang bisa kita berikan kepada Tuhan. Dalam hubungan kita dengan Tuhan, Dia memberikan berkat dan jaminan yang lebih besar dari sekedar apa yang hendak kita makan dan pakai sehari-hari.

"Aku akan menaruh belas kasihan kepada siapa Aku mau menaruh belas kasihan dan Aku akan bermurah hati kepada siapa Aku mau bermurah hati." (Roma 9:15)

Tanpa belas kasihan dan kemurahan Tuhan, maka kita binasa. Hari ini kalau sebagai murid Kristus kita bisa dengan yakin memiliki jaminan keselamatan di dalam Kristus, maka itu adalah anugerah Tuhan. Terpujilah Tuhan kita, yang memberikan anugerah ini terbuka bagi semua orang! Setiap orang berkesempatan untuk menyerahkan hidup mereka, jiwa mereka, kepada Tuhan.

Asuransi jiwa tidak membuat jiwa kita selamat. Itu hanya perlindungan secara finansial. Misal nih kalau sakit seperti yang aku alami sebulan lalu, nggak perlu pusing sama biayanya. Kan udah ditanggung semua asuransinya. Tapi siapa yang bisa nanggung kalau aku akan menjadi sehat dan terus hidup, bahkan hidup di dalam kekekalan? Hanya Tuhan Yesus Kristus satu-satunya jalan dan kebenaran dan hidup yang sanggup menyelamatkan kita dari maut. Tuhan Yesus sendiri menjamin,

"Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia mengaruniakan anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal." (Yohanes 3:16)

Ada asuransi jiwa yang bisa menjamin seperti ini?

2 comments:

Kartini Octavia said...

kk ikut asuransi dmn ?

Novi Kurniadi said...

aku jawab via email ya :)

Post a Comment